SFC Bersiap Lawan Persija, Persoalan internal Masih Menghantui

Pelatih SFC Rahmad darmawan. Foto: Dok SE

PALEMBANG – Persoalan internal masih menghantui skuad Sriwijaya FC. Sang pelatih, Rahmad Darmawan dihadapkan pada situasi sulit. Dia harus bisa menjaga kondusivitas tim di tengah gempuran isu tunggakan gaji pemain hingga dua bulan.

Artinya, di saat yang sama arsitek kelahiran Metro, Lampung itu harus bisa menjaga semangat pemain tetap menyala. Seraya menyiapkan strategi untuk menjaga keangkeran Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring demi target peringkat tiga besar di akhir kompetisi.

Apalagi, besok (10/7) tim berjuluk Laskar Wong Kito harus menjamu Persija Jakarta pada pekan ke-15 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring. Ya, tim asal Ibu Kota itu sedang lapar kemenangan.

Empat pertandingan usai libur Lebaran Idulfitri hanya mampu mengemas lima angka dari dua kali imbang, sekali menang, dan sekali tumbang. Padahal, empat laga itu tiga di antaranya partai home. Situasi yang membuat mereka tertahan di peringkat kelima dengan 21 poin dari 14 pertandingan. Persija datang dengan kekuatan baru. Ini menyusul masuknya Ivan Carlos dan Osas Marvelous Saha. Masuknya mereka membuat lini depan semakin berbahaya. Serangan juga bisa menjadi lebih variatif.

Pelatih Rahmad Darmawan sadar ancaman tersebut. Karena itu suami Dinda Ety itu memberikan wejangan khusus kepada pemain. Apa itu? Pemain diminta untuk profesional bekerja sesuai kontrak yang telah ditandatangani.

“Yang pasti Persija semakin tajam dan bervariasi dalam strategi menyerangnya dengan masuknya Ivan dan Osas Saha. Melawan mereka, saya hanya mengingatkan kita berpedoman pada kontrak kerja yang ditandatangani. Artinya, selama kontrak itu masih mengikat, maka semua yang tertulis diwajibkan menjaganya dengan penuh tanggung jawab. Jadi harus fokus,” tegas Coach RD, sapaan Rahmad Darmawan, ketika dihubungi, Minggu (8/7).

Pelatih yang juga pernah menukangi Persija Jakarta pada musim 2010/2011 dan 2014 ini juga persiapkan teknis permainan. Usai menang 4-1 atas PS TIRA, tim pelatih melakukan evaluasi. Putusan yang diambil adalah menjaga kondisi fisik pemain agar tetap prima.

Mengingat, jatah recovery yang lebih pendek dari biasanya. Biasanya, Hamka Hamzah dkk bertanding sepekan sekali, pekan ini main dua kali. Artinya, recovery yang tersaji efektif hanya tiga hari dari biasanya enam sampai tujuh hari.

“Waktu yang ada ini juga kami fokuskan me-maintain kondisi fisik pemain. Menjaga semua aspek taktik maupun teknik dan mental bertanding pemain dan tim secara keseluruhan,” jelas mantan arsitek Timnas SEA Games 2011 dan 2013 ini. (kmd/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!