SFC Layak di Mata Investor

Budiarto Shambazy. Foto: JPG

PALEMBANG – Masuknya investor dipastikan akan membuat Sriwijaya FC menjadi salah satu klub yang kompetitif di Liga Indonesia. Menurut pengamat sepakbola nasional, Budiarto Shambazy, tim berjuluk Laskar Wong Kito merupakan satu dari segelintir klub yang sudah layak go international.
Beberapa persyaratan klub profesional yang ditentukan oleh federasi sepakbola dunia (FIFA) dan Asia (AFC) telah dipenuhi oleh Sriwijaya FC. Dengan kata lain, kelayakan itu tidak hanya dilihat dari deretan prestasi yang telah diraih, tapi juga faktor lain.
Mencuatnya nama Erick Thohir dan KH Yusuf Mansyur yang disebut-sebut sebagai calon investor bagi Skuat Jakabaring dinilai positif oleh Budiarto. Kedua orang ini diyakininya bisa membawa perubahan yang signifikan. Yakni membawa Sriwijaya FC menuju ranah industri.
“Sepakbola kita sudah lama tinggalkan APBD, apalagi mau dijadikan BUMD. Itu tidak perlu dibahas lagi. Sekarang kita sedang menuju industri. Sriwijaya FC satu dari segelintir klub Indonesia yang siap untuk itu,” ujarnya.
Dukungan stadion, suporter fanatik, pembinaan usia muda dan manajemen yang semakin profesional menjadi modal besar bagi Sriwijaya FC untuk maju dan bersaing secara global. Dengan kekuatan ini, investor tersebut tidak akan kesulitan lagi.
Sebab, sepakbola Indonesia, lanjut Budiarto memiliki pasar yang potensial bagi industri sepakbola. Menurutnya, Liga Indonesia memiliki jumlah penonton terbesar se-Asia Tengggara dan bersaing di Asia. Beberapa klub besar bahkan telah melirik liga Indonesia.
Baik untuk sekadar melakukan pre-season tour atau promosi. Lebih jauh, para pemain top dunia bahkan telah menjajal bermain di Indonesia. Itu menjadi rangsangan bagi pemain muda Indonesia untuk maju dan terus bersaing.
“Penggemar makin lama makin banyak dan antusias. Perkembangan ke depan akan sangat menjanjikan bagi pemain asing yang punya nama untuk datang bermain ke Indonesia. Termasuk pemain lokal yang harganya tentu meningkat,”jelasnya.
Klub sepakbola tanpa APBD sendiri baru mencuat sekitar 2009-2011. Padahal sebelumnya, di tahun 2006, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah mengeluarkan peraturan No 13/2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Salah satu isinya adalah pelarangan penggunaan dana hibah dan bantuan sosial secara berulang setiap tahunnya. Sebab, klub sepakbola yang dimiliki oleh beberapa pemprov atau pemkot/pemkab di Indonesia “menyusu” dari dana-dana seperti ini.
Sriwijaya FC telah memulai era profesionalnya pada 2009, sebelum aturan tersebut ditegaskan. Caranya dengan membentuk PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang sampai saat ini menaungi klub kebanggaan masyarakat Sumsel tersebut.
“Jadi, wacana untuk kembali ke BUMD atau diurusi lagi oleh pemprov itu adalah langkah yang tidak tepat. Kita akan mundur dan tata kelola sepakbola yang disyaratkan oleh FIFA atau AFC itu akan kita langgar,”kata Plt Dirut PT SOM, Muddai Madang.
Justru menurutnya, masuknya investor tidak akan menghilangkan entitas yang dimiliki oleh Sriwijaya FC sebagai klub asal Sumsel. Malah menurutnya, akan semakin meningkatkan citra Laskar Wong Kito dan masyarakat serta pendukungnya di mata nasional dan internasional. Ia menyebut bisa saja di musim depan, setelah masuknya investor, pemain level dunia bermain untuk Sriwijaya FC.
Seperti Essien yang musim lalu bermain untuk Persib Bandung. Tentu akan menjadi kebanggaan bagi seluruh stakeholder, termasuk masyarakat. “Jadi kita harus berorientasi ke depan, jangan terus-terusan dipolitisir. Sriwijaya FC ini klub besar, tetap menjadi kebanggaan Sumsel yang dikelola oleh orang yang lebih profesional dan bisa membawa kita maju,”jelasnya.
Mengenai nama, Muddai memang belum mau secara gamblang membuka siapa yang telah siap menanamkan dana besarnya ke Sriwijaya FC. Namun ia memastikan, orang tersebut merupakan profesional di dunia sepakbola dan sangat berpengalaman untuk itu.
Dengan kapasitas yang dimilikinya, Erick Thohir bisa jadi orang yang tepat untuk membawa Sriwijaya FC lebih maju mulai saat ini. Maklum, Muddai dan Erick baru saja bekerja sama menyukseskan Asian Games 2018. (aja/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!