Si Koin Ajaib

Semakin banyak inovasi yang memudahkan kita untuk memakai uang, seperti fasilitas kartu kredit dan debit sampai aplikasi pembayaran yang buat kita nggak perlu repot-repot bawa uang tunai lagi kalau mau belanja alias cashless. But, kalian udah tau belum nih, kalau sekarang itu juga lagi ngetren yang namanya uang digital semacam Bitcoin. Yuk simak ulasannya bareng Financial Consultant yang udah malang melintang di bidangnya yaitu Ibu Linda Wati, S.E. Mau tau seluk beluk tentang Bitcoin, yuk simak ! (dsn)

“Bitcoin itu adalah uang digital atau lebih sering disebut sebagai asset digital,” ujar Bu Linda. Bitcoin itu sama seperti uang biasa, tetapi bentuknya digital dan bukti kepemilikan nya ada pada akun bitcoin yang kita miliki. Bitcoin itu sendiri merupakan salah satu contoh “Cryptocurrency” loh guys. Cryptocurrency itu adalah konsep tentang mata uang digital yang berkembang pada tahun 1998. Jadi singkat kata, uang digital itu bukan hanya Bitcoin tetapi masih banyak juga yang lain, hanya saja karena Bitcoin muncul pertama kali sehingga dia lebih tersohor dibanding yang lain.
Menurut pemaparan Bu linda, Bitcoin bisa digunakan sebagai alat tukar untuk membeli barang maupun sebagai alat investasi seperti halnya saham, walaupun begitu di Indonesia belum ada aturan resmi yang mengatur tentang peredaran Bitcoin sebagai alat tukar dan produk investasi. Namun, baru-baru ini beredar kabar bahwa Bank Indonesia akan mengeluarkan peraturan yang intinya melarang penggunaan Bitcoin sebagai alat bayar resmi maupun untuk investasi. Wah, sayang banget yah guys, padahal di Jepang Bitcoin sudah diakui oleh pemerintah walaupun pada awalnya mereka juga menolak keberadaan Bitcoin.
Terlepas dari hal itu, Bitcoin tetep punya banyak keuntungan kok guys, “Bitcoin bisa dipakai sebagai alat pembayaran di luar negeri(ada beberapa negara yang menerima) jadi kita gak usah repot-repot nuker rupiah dengan mata uang asing, terlebih nilai Bitcoin lagi naik berkali-kali lipat, jadi kalau investasi disitu kita bisa dapat keuntungan yang lumayan besar,” kata Bu Linda.
Kalau kalian pernah belajar ekonomi pasti gak asing sama hukum supply and demand yah guys. Dimana saat permintaan naik harga juga naik, dan saat penawaran turun harga naik. Hal inilah yang ngebuat harga Bitcoin menjulang tinggi, dimana jumlah bitcoin yang dijual itu sedikit sedangkan peminatnya banyak sekali, kurang lebih sama seperti emas. Nggak heran nih kalau harga satu bitcoin per 11 Desember 2017 udah menyentuh $16.427 atau Rp 222.601.919, atau udah meningkat sebesar 2191% sejak awal Januari 2017, wah besar banget yah guys!
Namun kerugian bila investasi di Bitcoin atau mata uang digital yang lain yah harganya yang fluktuatif tadi. Dalam sehari bisa saja harganya naik tajam, tetapi bisa juga turun secara signifikan. Selain itu perangkat lunak Bitcoin masih dalam versi beta dengan banyak fitur tidak lengkap yang masih dikembangkan secara aktif. Beberapa pengembangan ini masih belum siap untuk semua orang. Sebagian besar bisnis Bitcoin masih tergolong baru dan belum menawarkan asuransi. Secara umum, Bitcoin masih dalam proses pendewasaan.
Lalu apakah anak muda kayak kita perlu ikut invest di Bitcoin? Menurut Bu Linda perlu loh guys. Alasannya ya karena kita hidup di era teknologi dan mau tidak mau pasti mata uang digital akan berkembang lebih pesat nantinya, serta pastinya bakal banyak keuntungan yang didapat. Tapi kita tetep harus hati-hati ya guys dalam memilih marketplace tempat berinvestasi bitcoin agar tidak mengalami kerugian. “Maka dari itu sebelum mulai investasi ada baiknya belajar dulu, bisa secara mandiri maupun dengan ikut komunitas mata uang digital yang ada,” tutup Bu Linda.

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!