Siaga, Polda Sumsel Libatkan Anjing Pelacak dari Unit K9

Seiring penyerangan Mapolda Riau, pengamanan di Sumsel makin ditingkatkan. Sebagai satu-satunya pintu masuk jalur udara, pengamanan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II ikut diperketat. Rabu (16/5), tim gabungan kembali melakukan pemeriksaan ke sejumlah titik di sana. “Kami memang sudah koordinasikan peningkatan pengamanan ini dengan jajaran TNI dan kepolisian,” kata General Manager (GM) PT Angkasa Pura (AP) II Bandara SMB II, Bayuh Iswantoro.

Lebih tepatnya, Airport Security Committe yang beranggotakan perwakilan TNI AU, TNI AD, Kepolisian dan instansi terkait mulai diaktifkan. “Kami semua sepakat siaga 1 dan mempertebal keamanan,” tambahnya. Bayuh mengatakan, calon penumpang tidak perlu khawatir. “Kami lakukan semua untuk melindungi para penumpang dan calon penumpang serta petugas yang sedang beraktivitas,” tandasnya.

Asisten Manager of Airport Security Bandara SMB II Palembang, Mira Ginting menambahkan, status siaga 1 sudah diberlakukan sejak beberapa hari lalu. Ada penambahan posko pengamanan terpadu di akses pintu masuk bandara. Secara berkala, tim gabungan akan melakukan sweeping pada kendaraan yang masuk ke bandara.

“Petugas kami bekali dengan metal detector,”bebernya. Anjing pelacak dari Unit K9 juga dilibatkan dalam pengamanan. Terpisah, penjagaan di gerbang masuk utama Mapolda Sumsel dijaga super ketat. Dengan pengeras suara dan portal, tamu yang masuk langsung diberhentikan. Puluhan personel Direktorat Shabara dan Satuan Brimob bersenjata lengkap kemudian melakukan pemeriksaan. Jaket harus dibuka, tas dikeluarkan semua isinya. Kendaraan roda dua dan empat tak luput dari pengecekan.
Selain metal detector, anjing pelacak dari Unit K9 serta mobil baracuda disiagakan di depan pos penjagaan. Pemeriksaan ketat tak hanya berlaku untuk warga sipil. Personel kepolisian yang mau masuk pun diperiksa.

Pantauan di Mako Satbrimob Polda Sumsel, kawasan Bukit Besar, sejumlah personel berjaga ketat di gerbang depan. Beberapa kendaraan taktis disiagakan. “Polisi memang jadi target teroris. Kami tidak takut. Mereka akan kami lawan,” tegas Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.
Dia menambahkan, semua markas polisi jadi target. Karena itu harus waspada penuh. Tidak hanya Mapolda dan Mako Satbrimob, tapi juga Polresta, polres, polsek hingga pos polisi. “Semua pintu masuk ke wilayah Sumsel diawasi,” tambahnya.

Polda mendapatkan banyak informasi dari pengakuan Heri Hartanto alias Abu Rahman (38) dan Hengky Satria alias Abu Ansor (39), dua terduga teroris yang ditangkap di kawasan pasar Km 5, tiga hari lalu. “Mereka menganggap polisi adalah thogut yang harus dilawan, padahal sama-sama muslim. Ketika ditanya dilawan seperti apa, katanya mereka baru akan melawan kalau sudah berhadap-hadapan,” beber Kapolda.

Terlepas apapun pengakuan terduga teroris, Kapolda menekankan, prioritas semua jajarannya yakni menjaga Sumsel tetap kondusif. Apalagi tak lama lagi akan ada pilkada serentak dan Asian Games. “Jangan sampai ada teror jelang dua even besar ini,” tegasnya.
Kepedulian terhadap keamanan Sumsel bukan hanya tanggung jawab Polda. Semua lapisan masyarakat harus terlibat. Bagaimana dengan dua terduga teroris yang masih diamankan di Mako Satbrimob Polda Sumsel?

Zulkarnain menyatakan, keduanya masih dalam pemeriksaan intensif. Status mereka masih terduga. Sedangkan dosen berinisial L yang akan ditemui Abu Rahman dan Abu Ansor belum diperiksa.
Sebelumnya, di areal SPBU Jl Demang Lebar Daun, kemarin (16/5) pukul 09.45 WIB, beberapa personel Brimob Polda Sumsel meringkus seorang ojek online (ojol). Pria yang diamankan bernama Tarmizi (39), warga Jl Dwikora II, Kecamatan Ilir Barat I.(syn/man/vis/qda/cj15/ald/uni/wly/aira/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!