Siap-siap… JPI Segera Digeber

Konferensi pers JPI. foto: istimewa

JAKARTA – Kemenpora punya banyak program untuk menjaga persatuan antarpemuda di seluruh Indonesia. Setelah meluncurkan Kirab Pemuda belum lama ini, Jumat (10/11) kementerian pimpinan Imam Nahrawi itu melaunching Jambore Pemuda Indonesia (JPI). Kegiatan yang diikuti 544 pemuda dari 34 provinsi itu dikonsentrasikan di Kota Sawah Lunto, Padang, Sumatera Barat, pada 15-21 November mendatang.

“Jambore ini diikuti 16 pemuda setiap provinsi. Jadi ada 544 pemuda. Tapi ini belum partisipasi pemuda dari 19 kota/kabupaten di Sumatera Barat. Jika ditotal bisa mencapai seribuan lebih pemuda yang akan ramai kan kegiatan jambore pemuda ini,” ungkap Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Mulyadi Adnan didampingi alumni program Jambore Pemuda Indonesia Mohammad Ramdhan Ulayu di Media Center Kemenpora Jakarta Jumat (10/11).

Mulyadi menerangkan, pemuda dari 34 provinsi diseleksi sejak tiga bulan lalu. Setiap provinsi diberikan tugas seleksi dengan didampingi dari panitia pusat. Per siapa sendiri dilakukan sejak empat bulan lalu. Sebagian dari mereka sudah masuk ke Kota
Sawah Lunto sejak 1 November lalu. Sementara sisanya menyusul pada 15 November nanti. Pemuda yang sudah di Sawah Lunto diberikan aktivitas magang tenun untuk isi kegiatan setiap harinya.

“Para pemuda ini sudah lolos seleksi dengan usia antara 17-25 tahun serta punya berbagai keterampilan. Selama mengikuti kegiatan, mereka ditanggung Kemenpora mulai dari transportasi ke Sawah Lunto, biaya seleksi tingkat provinsi, dan pembekalan selama 3-5 hari. Selama kegiatan para pemuda ini menginap di tenda dengan setiap tenda diisi dari perwakilan pemuda tiga provinsi. Dalam rangka pelayanan ke pemuda, anggaran kegiatan ini tidak lebih dari Rp170 juta,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ibbamnas Resmi Digeber

Lanjut Mulyadi, kegiatan ini penting dilakukan untuk menjaga persatuan antarpemuda seluruh Indonesia. Di kegiatan ini akan akan terjadi akulturasi budaya dari provinsi satu dengan lainnya. Dengan suasana itu diharapkan sesama pemuda mengetahui
perbedaan suku, etnis, dan budaya di antara mereka. “Ini akan menjadi perekat persatuan kesatuan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila serta saling tukar informasi. Karena itulah tema “Pemuda Indonesia harus berani bersatu” diambil mengingat pemuda adalah pelaku sejarah dan gampang kena isu serta mudah dipecah belah. Sehingga ditekankan harus berani bersatu,” tandasnya.

Alumni program Jambore Pemuda Indonesia Mohammad Ramdhan Ulayu menjelaskan, banyak keuntungan yang didapatkan dari program ini. “Dari program ini bisa eliminasi perbedaan antar etnis, suku, dan budaya sekaligus menjaga persaudaraan lintas daerah karena dengan berada di satu tenda akan terjadi dialektika budaya,” ujar Ketua DPP Purna Prakarya Muda Indonesia.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!