Sidang Dugaan Sengketa Hadirkan Saksi Mantan Karyawan Perusahaan

SIDANG: Sidang lanjutan dugaan kasus sengketa lahan antara warga Desa Talang Sawah, Kecamatan Lahat Selatan di PN Lahat, Senin (23/7). Foto: Agustriawan/Sumatera Ekspres

LAHAT – Sidang lanjutan dugaan kasus sengketa lahan antara warga Desa Talang Sawah, Kecamatan Lahat Selatan, selaku penggugat, dengan perusahaan sawit PT Arta Prigel, selaku tergugat terus bergulir. Agenda mendengarkan saksi terakhir, dari lima saksi yang dihadirkan penggugat, berlangsung Senin (23/7) di PN Lahat.

Kini, giliran Mahda Alam Amd, mantan Asisten Manager merangkap Humas PT Arta Prigel, yang memberikan kesaksian tak terduga. Dengan membawa surat pernyataan dibuat di Padang Lengkuas, 27 Maret 2003 diketahui Budi Widagdo dan Ir Tumpal S, selaku General Manager PT Arta Prigel saat itu.

“Saat itu saya mendapat perintah dari GM dan Manager, untuk merangkai surat dari managemen, tidak berbekal suarat kuasa dari perusahan. Dibuat diruang manager, tanpa proses rapat dengan Pak Dahlian selaku Kades saat itu,” beber Mahda Alam, Senin (23/7), sekitar pukul 15.00 WIB.

Surat pernyataan itu berisi, surat pertanyaan ini dibuat dengan sebenarnya. Bahwa lahan perkebunan di areal Desa Talang Sawah masih terdapat areal saudara Burlian, yang belum diselesaikan 12 hektar. Luas akan di cek ulang sesuai dengan ganti rugi yang ada, dan akan diselesaikan sesuai prosedur yang berlaku di perusahaan.

“Saksi sudah jelas mengatakan, waktu itu perusahan memang mengakui lahan 12 hektar itu milik Dahlian,” ucap Firnansa CLa, didampingi Minsuri SH, kuasa hukum penggugat. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (24/7). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!