Sidang Dugaan Sengketa Lahan Berlanjut ke Keterangan Saksi

SIDANG: Suasana sidang sengketa lahan antara warga dan PT Arta Prigel, Senin (2/7). Foto: Agustriawan/Sumatera Ekspres

LAHAT – Sidang perdata kasus dugaan sengketa lahan antara warga Desa Talang Sawah, Kecamatan Lahat Selatan, dengan perusahaan sawit PT Arta Prigel, kembali berlanjut. Senin (2/7) giliran mendengarkan  kesaksian dari Dahlian selaku penggugat.

Dua saksi dihadirkan dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lahat. Sidang diketuai Agus Pancara SH MHum didampingi hakim anggota, Dicky Syarifudin SH MH, dan Mahartha Noerdiansyah SH. Keduanya yakni, Nasrun (62), dan Burmanudin (52). Keduanya warga setempat, memiliki lahan persis bersebelahan dengan lahan yang dalam keadaan sengketa
itu.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim PN Lahat, Agus Pancara SH MHum, Burmanudin membeberkan, lahan miliknya tersebut merupakan warisan dari orang tuanya (Mijah,red), yang sejak tahun 1995 lalu sudah ditanaminya kopi dan karet. Saat itu dari pengakaun orang tuanya, tanah di sebelah Selatan berbatasan dengan tanah milik Burlian (keluarga penggugat).

“Dulu tahun 1995 tanah itu masih blukar, batasnya hanya berupa pematang. Tidak ada bukti tertulis atas patok, hanya berdasarkan cerita orang tua,” beber Burmanudin, Senin (2/7), sekitar pukul 11.30 WIB.

Lanjutnya, dirinya tidak tahu bagaimana cara orang tuanya mendapatkan yang digarapnya saat ini. Hanya saja pada tahun 2014, kebun miliknya sempat habis karena terbakar. Saat itu lahan yang di sebelah timur diketahuinya milik Burlian sudah ditanami sawit, yang kabarnya dioleh oleh pihak PT Arta Prigel. (gti)

Baca Juga :  Perusahaan Ajukan Sanggahan

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (3/6). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!