Sinergikan Program Gubernur Baru

LANTIK: Mendagri tjahjo Kumolo melantik Penjabat Gubernur Sumsel Hadi Prabowo di Griya Agung, kemarin. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, menegaskan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih, H Herman Deru-H Mawardi Yahya akan dilakukan langsung Presiden RI Joko Widodo. Tanggal pastinya belum ditetapkan. Tapi, kemungkinan sebelum 7 November 2018.
“Tergantung jadwal kerja Presiden,” ujar Tjahjo di Griya Agung, kemarin. “Sumsel ‘kan masa kepemimpinannya hingga 7 November. Tunggu saja agendanya,” kata Mendagri lagi.
Sebenarnya, lanjut Mendagri, pihaknya menginginkan agar Gubernur terpilih bisa segera dilantik. Namun, hingga sekarang masih disiapkan Sekretaris Negara (Sesneg). Lantaran itu, masyarakat harus bersabar. “Pelantikan Gubernur terpilih jadwalnya bukan wewenang kami. Bisa saja besok, minggu depan atau kapan saja. Tapi kami siap melaksanakan prosesi pelantikan kapanpun jadwalnya.”
Nah, selama menunggu persiapan selesai, jabatan gubernur Sumsel dipegang oleh penjabat (Pj) gubernur. “Pak Hadi Prabowo yang menjabat Pj gubernur,” tegas Tjahjo. Sebelumnya, Hadi menjabat sebagai sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pelantikannya mengacu pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 130/P Tahun 2018 tentang Pengesahan Pemberhentian dengan Hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan masa jabatan 2013-2018. Sekaligus pengangkatan penjabat Gubernur Sumatera Selatan.
Alex Noerdin sendiri mengundurkan diri dari jabatannya sebagai gubernur Sumsel periode 2013-2018. Dia masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPR RI 2019-2024, daerah pemilihan Sumsel II, nomor urut 2. Sedangkan Ishak Mekki, Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel tercatat sebagai anggota DPR RI dari Partai Demokrat nomor urut satu dapil Sumsel I.
Tjahjo berharap Pj Gubernur Sumsel bisa mensinergiskan program pembangunan Sumsel dengan visi dan misi Gubernur terpilih nantinya. “Bersinergis dengan seluruh pihak. Dengan begitu pelaksanaan program pembangunan bisa selaras ke depannya. Baik dengan visi dan misi Gubernur baru maupun pemerintah pusat,” katanya.
Menurut Tjahjo, Pj Gubernur Sumsel memiliki peran yang sama dengan gubernur definitif. Kewenangannya bisa merotasi pejabat. Menyusun perencanaan anggaran dan program pembangunan. Juga melaksanakan pembahasan dengan DPRD Sumsel. “Fungsinya sama dengan gubernur. Hanya saja jabatan yang diembannya memiliki batas waktu yang pendek. Sampai dilantiknya pejabat definitif.”
Lanjutnya, pengisian jabatan gubernur Sumsel dengan penjabat bertujuan mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan pejabat sebelumnya. Sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa terus berjalan sampai gubernur baru dilantik.
Pj Gubernur Sumsel, Hadi Prabowo menambahkan penugasannya sebagai Pj Gubernur Sumsel untuk melanjutkan tata kelola dalam transisi antara pemerintahan yang dipimpin Alex Noerdin dengan pemerintahan yang akan datang. “Ada beberapa tugas Pj ini,” ujarnya.
Apa saja? Antara lain, menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018. Sekaligus mempersiapkan RPJMD 2018-2023. Dengan begitu, gubernur terpilih H Herman Deru sudah dapat melaksanakan visi-misinya. “Penyusunan program kerja ke depan diharapkan bisa sejalan dengan visi dan misi Gubernur baru,” ungkapnya.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengaku bangga dapat memimpin Sumsel selama dua periode. Menurutnya, selama kepemimpinannya memang masih ada yang kurang. Namun, itulah tugas gubernur terpilih nanti untuk memperbaikinya.
Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa pembangunan di Sumsel sudah berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga tidak terlalu sulit untuk membenahi Sumsel ke depan. “Kami berharap pembangunan di Sumsel bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Nama Pj Gubernur Sumsel Masih Disimpan

Tuntaskan Visi Misi
Bagian lain, Pj Gubernur Sumsel, Hadi Prabowo, kemarin (21/9), sudah memulai aktivitas pekerjaannya. Tugas pertama melantik Wakil Bupati Lahat, Marwan Mansyur menjadi Bupati Lahat. Dia menggantikan pejabat sebelumnya, H Saifudin Aswari Rivai yang mengundurkan diri lantaran mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Sumsel 2019-2024.
Hadi mengatakan Bupati Lahat yang baru harus bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Apalagi, sudah satu visi dan misi dengan Bupati lama. “Kan sebelumnya menjabat wakil bupati. Tentu sudah paham dengan visi dan misinya karena berpasangan sejak awal. Nah, inilah waktunya untuk menuntaskan pekerjaan yang belum terealisasi,” kata Hadi usai melantik Bupati Lahat di Aula Bina Praja.
Lanjutnya, pelantikan Bupati Lahat sebelumnya sudah diagendakan. “Saya tinggal menjalani tugas yang sudah tersusun. Tidak ada tugas yang berat,” katanya.
Dikatakan, program kerja pemerintahan sebelumnya akan dilanjutkan. Termasuk menjalankan kebijakan yang telah disepakati. “Juga jika menerima penghargaan walaupun bukan hasil kerja saya,” terangnya.
Bupati Lahat, Marwan Mansyur menyatakan, selama tiga bulan ke depan, dirinya akan mengevaluasi program kerja yang sudah berjalan. “Sesuai dengan arahan Pj Gubernur, kami akan menjalankan program yang sudah direncanakan sesuai dengan visi dan misi Bupati Lahat. Sehingga bisa terealisasi,” terangnya.
Di samping itu, Marwan akan mengawal dan melaksanakan anggaran perubahan yang tengah dibahas. Termasuk merencanakan APBD 2019. “Kami akan komunikasi dengan Bupati Lahat terpilih agar program yang dibuat sesuai dengan visi misi yang diusungnya,” ucapnya.
Marwan menegaskan agenda Pilpres dan Pileg 2019 juga menjadi perhatian. Pembuatan dan pencetakan e-KTP sebagai syarat memilih akan dipercepat. “Administrasi kependudukan akan ditertibkan. Sehingga pelaksanaan pileg dan pilpres berjalan lancar dengan angka pemilih yang tinggi,” pungkasnya. (kos/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!