SPBU Wajib Jual Premium

Di Sumsel Sekitar 10 Persen SPBU

PALEMBANG – Keluhan masyarakat tentang banyaknya SPBU yang tidak menjual premium, direspon pemerintah. Perpres No 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), segera direvisi. Dari revisi itu, nantinya setiap SPBU wajib menyediakan premium.

Tak berbeda di Kota Palembang, juga terdapat sejumlah SPBU yang tidak lagi menjual premium. Seperti di SPBU 24-308.126 Jl KH Wahid Hasyim, tak jauh dari Simpang Tugu KB. “Sudah cukup lama tidak ada lagi premium,” kata salah seorang pegawai SPBU setempat.

Menurutnya, SPBU di tempatnya bekerja hanya menyediakan BBM jenis pertalite, pertamax, dan bio solar. Paling diminati adalah BBM jenis pertalite. “Pertalite juga dapat dipergunakan untuk roda dua maupun roda empat,” pungkasnya.

Pengendara motor, Ilham, mengatakan, awalnya dia menggunakan premium untuk sepeda motornya. Namun karena premium sudah mulai jarang ditemui di SPBU, dia pun terpaksa beralih ke pertalite. “Kan, nggak ada lagi pilihan (yang lebih murah, red). Jadi pilih pertalite,” katanya.

Selain itu, lanjut Ilham, kalau pun mau mencari BBM jenis premium, kadang antreannya sangat panjang dan memakan waktu. “Males mengantre, jadi saya beralih ke pertalite,” ucapnya. Namun setelah beralih ke pertalite Ilham pun mengeluhkan karena harganya bertahap naik.

SPBU lainnya yang tidak mejual premium, terpantau di SPBU 24-301.167, Jl Bay Pass Alang-Alang Lebar. Semua dispenser premium sudah berganti dengan pertalite dan pertamax. Dimana pertalite Rp7.700 per liter, sedangkan pertamax Rp8.300 per liter. “Banyak pengendara yang beralih ke pertalite, terutama sepeda motor. Lebih bagusnya sih pertamax, selisihnya tidak jauh. Hanya Rp600,” ucap Susanti, pegawai SPBU setempat.

Senada di SPBU 21-301.01 di Jl AKBP Cek Agus, Palembang. Dispenser untuk mobil, tidak lagi menyediakan premium. Hanya menyediakan pertamax, pertalite, bio solar, pertamina dex, dan lainnya.

Sedangkan di SPBU 24-301.98 milik H Romi Herton di Jl Soekarno-Hatta, masih menjual premium dengan harga Rp6.450 per liter. Baik dispenser untuk mobil maupun sepeda motor. “Masih ada satu premium, tiga lainnya sudah diganti pertalite,” ujar Fadli, pegawai SPBU 24-301.98 tersebut.

Dalam sehari di SPBU milik mantan Wako Palembang itu, mendapat jatah 8 ton premium. Selalu habis, apalagi pada hari kerja, antrean panjang terjadi pada jam berangkat dan pulang kerja. “Sejauh ini, permintaan konsumen masih bisa dipenuhi. Kalaupun premium habis, pengendara khususnya sepeda motor langsung pindah ke pertalite,” jelasnya.

Suhairi, pengendara motor yang ditemui, selama ini memang menggunakan BBM premium karena jauh lebih murah. Meskipun kesulitannya tidak semua SPBU menjual premium. “Kalau (premium, red) kosong di SPBU, saya terpaksa beli minyak eceran yang harganya Rp10 ribu per botol,” ucapnya. (uni/yun/air/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!