Sssttt Cabor ini Tidak Pede Sumbang Emas

BANDUNG – Pengurus Besar Persatuan Squash Indonesia (PB PSI) tidak percaya diri alias gak pede menyumbang emas di Asian Games 2018. Persaingannya terlalu berat. Banyak negara dengan rekor bagus meramaikan hajatan olahraga terbesar di Asia ke-18 tersebut di Jakarta-Palembang.

“Di depan, kami punya SEA Cup, Asian Games, dan SEA Games. Menghadapi event besar itu harus dipersiapkan dengan baik. Harapannya di Asian Games tidak memalukan. Paling tidak kami harus bisa menyumbang perunggu karena kalau bisa dapat emas, itu mukjizat,” ungkap Ketum PB PSI Alfitra Salamm.

Alfitra mengaku, persaingan meraih perak apalagi emas sangat berat karena di Asia banyak negara jago memainkan squash. Negara itu di antaranya Hongkong, Pakistan, India, Singapura, dan Malaysia. Mereka menjadi pesaing utama Indonesia dalam
perburuan medali di Asian Games 2018.

Keyakinan PB PSI bisa menyumbang medali meski hanya sebatas perunggu tak lepas dari perkembangan para atlet. Pada SEA Games 2017 Malaysia Agustus lalu, Squash Indonesia mampu menembus empat besar setelah koleksi tiga perunggu dan satu perak. Variabel lain, PB PSI mengklaim sudah melakukan perbaikan di internal kepengurusan. Mulai reshuffle kabinet squash dengan memperkuat pengurus untuk Sukses kan hadapi Asian Games. Blue print arah pembinaan Squash juga sudah dibentuk sebagai pegangan untuk para pengda di daerah.

Baca Juga :  Abadikan Putri Muslimah KKP

Mulai 9 sampai 16 September, PB PSI gelar test event road to Asian Games di Bandung. Pesertanya adalah atlet muda. Acara itu diramaikan utusan dari Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Riau, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Singapura, dan Malaysia. “Di test event kami ingin mencoba menghandle kegiatan sekelas Asian Games agar pada pelaksanaan nanti sudah terbiasa,” jelasnya.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!