Sssttt… Venue Menembak Jakabaring Jadi Opsi

INAPGOC. foto: istimewa

JAKARTA – Venue menembak Jakabaring Sport City sempat menjadi opsi jika venue menembak di Senayan tidak bisa dipakai untuk menggelar kejuaraan cabang olahraga menembak saat Asian Para Games (APG) 2018 pada 8-16 Oktober nanti. Sampai kini, belum diputuskan dimana cabor menembak bakal dilaksanakan. Sebab, venue yang di Senayan, Jakarta, juga diragukan bisa dipakai karena butuh pembenahan untuk sesuaikan kebutuhan APG.

“Semua venue sudah siap. Fasilitas venue dan fasilitas atlet villege juga sudah siap semua. Mungkin hanya venue menembak yang masih jadi perhatian. Venue di Senayan tidak mencukupi waktunya untuk pengerjaan (menyesuaikan kebutuhan Asian Para Games) karena butuh waktu untuk pengadaan barang karena harus melalui tender dan sebagainya. Jadi bagusnya dipindahkan ke Jakabaring atau ke tempat lainnya yang punya fasilitas menembak lengkap,” ungkap Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Sri
Hartanto saat memberikan keterangan kepada media saat Panpel Asian Para Games (INAPGOC) menggelar Chef de Mission di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat Rabu (11/4).

Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari yang berada di samping Sri Hartanto bersama Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa Broto, Ketua NPC Indonesia Senny Marbun, Presiden Asian Paralympic Committee Majid Rashed mengaku, masih butuh mendiskusikan venue menembak dengan pihak terkait. Sebab, INAPGOC masih berharap cabor menembak tetap dilaksanakan di Senayan. Karena itu, akan dibahas apa saja yang menjadi kebutuhan
sehingga venue menembak menjadi layak untuk digunakan mempertandingkan cabor menembak APG nanti.

Baca Juga :  Panas... Bupati Lantik Lurah, Warga Demo

“Sangat sulit memindahkan venue menembak keluar dari Jakarta karena Inpres Asian Para Games menetapkan pelaksanaan APG di Jakarta. Sebenarnya, selain di Senayan ada Cilodong yang memiliki fasilitas lengkap. Hanya gak memungkinkan karena sudah di luar DKI Jakarta. Jadi, kami akan diskusikan lagi terkait ini agar menembak bisa tetap di Jakarta,” ucap Okto.

Diakui Okto, jika memang menembak harus digeser ke Jabaring ada konsekuensi yang harus diterima. Pertama adalah dana akan semakin bengkak karena migrasi atlet dari Jakarta ke Palembang. Kemudian, Inpres gak memungkinkan hal itu terjadi. Jika pun toh Inpres diubah untuk akomodir pergeseran ke Jakabaring akan membutuhkan waktu lama.

“Perubahan Inpres butuh sekitar 6 bulan. Sementara pelaksanaan tinggal lima bulan lagi. Jadi kami akan mendiskusikan ini sehingga menembak tidak keluar dari area GBK,” ucapnya penuh keyakinan.

Sebagaimana diketahui, APG 2018 mempertandingkan 18 cabang olahraga dengan diikuti 43 negara. Venue yang dipakai di Jakarta. Indonesia ikut semua cabang olahraga dengan menurunkan 300 atlet. Mereka gembor persiapan di Solo mulai Januari lalu.

“Kami jika ditargetkan juara umum berat, kami akan berusaha memenuhi target dari Pemerintah untuk berada di lima besar atau paling tidak di peringkat ketujuh. Kami juga sangat senang wakil Wakil Jaksa Agung Arminsyah ditunjuk Pemerintah sebagai CdM. Kami butuh sosok seperti Wakil Jaksa Agung karena kami belum berani membelanjakan anggaran sebesar Rp180 miliar untuk pelatnas Asian Para Games. Itu uang besar. Kami takut. Kami butuh guide untuk belanjakan itu,” ungkap Ketua NPC Indonesia Senny Marbun. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!