Sudah 87 Jemaah Abu Tours Melapor, Kerugian Rp1,38 M

Belasan jemaah umrah Abu Tours mendatangi SMK Negeri 2 Palembang. Mereka mendapatkan undangan untuk menghadiri pertemuan antara agen mitra, jemaah dan media massa. Foto: Irwansyah/Sumeks

PALEMBANG – Belasan jemaah umrah Abu Tours mendatangi SMK Negeri 2 Palembang. Mereka mendapatkan undangan untuk menghadiri pertemuan antara agen mitra, jemaah dan media massa.

“Kami diundang via WhatsApps, katanya akan ada pertemuan jam 2 siang ini di sini,” ujar Firdaus, salah seorang jemaah yang datang SMK Negeri 2, kemarin. Tapi, saat para jemaah sudah berkumpul di sana, pertemuan itu dinyatakan tidak ada.

Sekuriti sekolah itu yang memastikan tak ada pertemuan dimaksud. “Kami tidak tahu kenapa tiba-tiba dibatalkan,” cetus Firdaus. Padahal, dia dan para jemaah yang mendapatkan undangan sangat berharap bisa ada kejelasan soal umrah maupun uang yang telah mereka bayarkan.

Sementara itu, jemaah yang datang ke posko pengaduan korban Abu Tours and Travel di Mapolda Sumsel makin banyak. Hingga kemarin (14/2) tercatat ada 87 jemaah yang melapor. Total kerugian sekitar Rp1,38 miliar.

“Ini baru laporan perorangan saja. Agen–agen belum ada yang lapor,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. Dia memastikan, pimpinan dan karyawan Abu Tours belum ada yang diperiksa.
“Indikasinya mereka sudah kabur ke luar Palembang. Apalagi ada informasi dari warga yang mengatakan barang-barang di kantornya sudah diangkut,” ujar Kapolda. Secepatnya, penyidik akan memanggil dan meminta keterangan dari para terlapor.

Berikutnya, para terlapor akan dicekal agar tidak bisa berpergian ke luar negeri. Saat ini, penyidik Polda Sumsel sudah mengajukan izin ke Pengadilan Negeri Palembang. “Setelah ada izin, kami akan geledah kantor itu,” tegas Zulkarnain.

Untuk dugaan awal penipuan dan penggelapan bisa saja berkembang nantinya dalam penyidikan menjadi tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sementara, Kasubdit 1 (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel AKBP Suwandi Prihantoro menambahkan, posko pengaduan korban Abu Tours and Travels sudah dibuat.

Ada banner besar yang dipasang di samping pintu masuk. Tertulis pada banner itu “Posko Pengaduan Korban Abu Tours and Travel Polda Sumatera Selatan”. Dirinya pun mengimbau kepada para korban yang berada di daerah lain di Sumsel untuk melapor ke polres setempat dan tidak perlu datang langsung ke Polda. (vis/wly/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!