Sudah Bisa Ubah Tradisi

PALEMBANG – Sejak Liga 1 dimulai, 15 April lalu, Sriwijaya FC jarang mencetak gol di 10 menit terakhir. Hingga matchday ke-14, mereka biasanya mencetak gol di bawah menit 80. Selebihnya, tim berjuluk Laskar Wong Kito lebih sering kebobolan ketika memasuki 25 menit terakhir di babak kedua.

Pelatih sementara Sriwijaya FC, Hartono Ruslan mengatakan, perubahan kebiasaan dari kebobolan di menit akhir babak kedua menjadi menjebol gawang lawan di menit-menit akhir menunjukkan progres positif Sriwijaya FC. Ini tandanya, Yu Hyun Koo dkk alami perkembangan baik. Mereka bisa mengatasi kelemahan sekaligus meningkatkan kinerja tim.

“Semua lini memang alami peningkatan. Kami sudah bisa mengubah kebiasaan kebobolan di menit akhir menjadi mencetak gol di menit-menit akhir. Perubahan ini menunjukkan bahwa secara mental bertanding, semangat, dan kekuatan stamina pemain semakin bagus. Perubahan itu membuat tim bisa bertarung memberikan perlawanan hingga akhir laga,” ungkap Hartono, Minggu (16/7).

Pemain Sriwijaya FC kelihatan perkembangannya saat meladeni permainan PS TNI. Yanto Basna dkk bisa mencetak dua gol melalui kaki Airlangga Sucipto (81′) dan Hilton Moreira (84′).

Dua gol itu merespons gol PS TNI yang tercipta lebih dulu melalui Roni Sugeng Ariyanto (74′). Selain dua gol saat lawan PS TNI, Sriwijaya FC hanya sekali cetak gol di atas menit 80, yakni saat mengalahkan Persiba Balikpapan 2-0. Saat itu, Hilton mencetak gol di menit 84.

Baca Juga :  Hilton Moreira Man of The Match

Diakuinya, dua gol yang dicetak pemainnya saat lawan PS TNI merupakan buah dari perubahan strategi. Formasi 4-2-3-1 yang dimainkan sejak kick off bertransformasi menjadi 4-3-3 saat Airlangga Sucipto masuk menit 80 gantikan Ichsan Kurniawan.

Mengubah permainan menjadi lebih agresif sukses hindarkan Sriwijaya FC dari kekalahan saat mainkan partai home perdana di era Hartono Ruslan. Hartono berharap, progres positif yang sudah berjalan ini dijaga para pemain.

Yu Hyun Koo dkk tidak boleh bermain labil lagi. Sekarang menang, besok-besok terkapar. Tuntutan untuk konsisten memproduksi poin menjadi krusial karena posisi Sriwijaya FC di klasemen sementara Liga 1 memprihatinkan.

Hanya kemenangan yang bisa angkat Sriwijaya FC dari peringkat ke-15. “Kita gak boleh melepaskan momentum ini. Kita butuh kemenangan untuk perbaiki peringkat,” tukas arsitek kelahiran Malang ini. (kmd/ion/ce3)

Menit Kebobolan Sriwijaya FC
13/7 v Arema FC : Gonzales (32′), Dendi Santoso (62′, 68′)
07/7 v Persija Jakarta : William Pacheco (3′)
10/6 v Mitra Kukar : Marclei Santos (63′)
01/6 v Persela: Samsul Arif (62′), Hilton (72-ow)
21/5 v PSM : Reinaldo da Costa (96′)
13/5 v Barito Putera: Rizky Ripora (17′, 59′)
03/5 v Bhayangkara FC: Evan Dimas (27′), Guy Junior (42′), Thiago Furtuoso (76′)
29/4 v Persib Bandung: Step (12′), Febri Hariyadi (77′)
17/4 v Semen Padang : Marcel Sacramento (71′)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!