Suka Cita Warga Aljazair Menyambut Ramadan

Chef Abdellah Mouzaoui menyiapkan kue tradisional Aljazair di tokonya “Au coeur d’Alger” (Di jantung Aljazair) menjelang bulan suci Ramadan yang akan dimulai pada, 17 Mei. Soal menu berbuka biasanya warga Aljazair meneguk air putih, jus, kopi, teh dan kurma. setelah itu makan surbah, sebab bulan puasa adalah bulan makan surbah. Ini makanan khas yang seperti wajib disantap oleh setiap orang Aljazair ketika berbuka.

“Bentuknya seperti sup tapi kental dengan campuran daging sapi, atau kambing atau ayam sesuai selera dan beberapa sayur mayur serta gandum yang sudah digilas dan hums (kacang kapri) dan ditaburi seledri). Makanan ini biasanya disantap dengan burek (seperti lumpia semarang tapi kulitnya agak keras sedikit, jadi renyah kalau dimakan) dan hubz (roti yang panjangnya setengah meter sebesar lengan),” jelasnya.

Orang Aljazair juga menyantap halawiyyat (manisan), seperti zalabiyya, kulbullus, baklawa, dan lainnya. Semua itu berbentuk jajanan yang rasanya terlalu manis untuk ukuran orang Indonesia. Sementara minumnya, kebanyakan suka mengonsumsi halib (susu), kopi kental manis (expresso) dan syei binnak nak (teh dengan daun mentol) atau syai maison, teh khas aljazair yang pekat yang tak ada di Indonesia. Foto: AFP / MEHDI FEDOUACH

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!