Sumsel Deflasi -0,10 Persen

PALEMBANG – Turunnya harga sejumlah bahan pokok membuat kondisi perkembangan inflasi di Palembang mengalami minus. Hal itu membuat Palembang deflasi sebesar -0, 10 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Yos Rusdiansyah mengatakan, bahan pokok utama yang turun seperti cabe merah, beras, telur ayam ras bahkan pulsa isi ulang pulsa ponsel.
“Kondisi ini di karenakan stok bahan baku ini tercukupi, misal untuk cabe, sedangkan penurunan harga beras lebih di sebabkan karena Maret merupakan masa panen raya,” terang Yos saat ditemui usai rilis data bulanan di Kantor BPS Sumsel, kemarin (3/4).
Yang juga cukup menarik perhatian, yakni penurunan harga isi ulang pulsa ponsel yang masuk kedalam penyumbang deflasi di Maret. “Ini kemungkinan besar adanya penurunan tarif isi ulang pulsa merupakan strategi provider untuk menarik pelanggan,” ujarnya.
Dari catatan BPS dari total 386 komoditas yang di pantau, sebanyak 87 komoditas mengalami kenaikan harga dan 54 komoditas mengalamai penurunan harga di kota Palembang. “Sehingga dari perhitungan ini pada Maret terjadi kondisi deflasi,” katanya.
Kondisi sam juga terjadi di kota Lubuk Linggau dimana tercatat kondisi perkembangan di kota ini mengalami deflasi sebesar -0, 07 persen.
“Sehingga dari perhitungan kedua kota yang menjadi acuan dasar perhitungan perkembangan inflasi, pada Maret provinsi Sumsel mengalami Deflasi -0, 10 persen. Dengan inflasi kumulatif sampai Maret 2017 sebesar 0, 58 persen dan year on year (yoy) 3, 71 persen,” pungkasnya.(cj10)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!