Sumsel Siap, Minta Bantuan Hacker

JAKARTA – Asian Games 2018 terus digaungkan. Kemarin, Gubernur Alex Noerdin bersama Ketua Inasgoc Erick Thohir, bicara soal kesiapan Sumsel menjadi tuan rumah di hadapan peserta Apel Kasatwil 2018 di Gedung Serbaguna PTIK, Jakarta.
“Sumsel utamanya Palembang sudah mendunia,” ujar Alex. Saat itu, hadir Pejabat Utama Mabes Polri, Kapolda, Kapolresta, Kapolres dan Karo Ops seluruh Indonesia. “Logo Asian Games Jakarta-Palembang sudah dipromosikan langsung oleh Consul of Asia sejak dua tahun lalu. Bahkan ada di tiap-tiap negara peserta,” kata Alex lagi.
Menurut Alex, ada tiga alasan mengapa Provinsi Sumsel menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Pertama, Sumsel merupakan daerah kondusif. “Sampai saat ini di Provinsi Sumsel belum pernah terjadi konflik kerusuhan antaretnis, umat beragama. Insya Allah tidak akan pernah terjadi.”
Alex berterima kasih kepada TNI, Polri dan seluruh masyarakat. Lantaran telah bersama-sama telah menjaga keamanan di Provinsi Sumsel. “Alasan kedua, Sumsel sangat berpengalaman menjadi tuan rumah berbagai gelaran event olahraga.”
Sebut saja, menjadi tuan rumah PON, SEA Games, Islamic Solidarity Games, dan Asean University Games. Alasan ketiga? Kata Alex, Sumsel mempunyai fasilitas olahraga bertaraf internasional dan lengkap. Bahkan terintegrasi di satu wilayah Jakabaring Sport City yang dahulunya berupa rawa-rawa.
“Atlet hanya perlu berjalan kaki 1 sampai 10 menit dari tempatnya menginap ke lokasi,” tambahnya. Dengan Asian Games 2018, Palembang mendapatkan banyak keuntungan. Mulai dari mendapatkan tambahan kapasitas bandara dari 2 (dua) juta menjadi 4 (empat) juta penumpang. Lalu, membangun rumah sakit daerah bertaraf internasional, mendapat LRT, 3 (tiga) ruas jalan tol, underpass, dua Jembatan Musi dan masih banyak yang lainnya. “Jangan ragu dengan kesiapan Sumsel. Insya Allah sebagai tuan rumah Asian Games 2018, Sumsel siap 100% lahir dan batin,” ujar Alex
Erick Thohir menegaskan, Asian Games adalah kesempatan besar bagi Indonesia untuk melakukan branding ke publik internasional. “Asian Games 2018 lebih dari sekadar event olahraga semata. Asian Games merupakan national branding untuk promosi visi Indonesia di mata dunia,” ujar Ketua Inasgoc itu saat menjadi pembicara.
Terpisah, masalah Asian Games ini juga dibahas di Istana Wakil Presiden dalam rapat koordinasi Asian Games 2018. Salah satu pembahasan adalah soal mengantisipasi serangan cyber. Jika tidak diantisipasi dengan baik, ancaman itu bisa mengganggu jalannya pertandingan maupun kenyamanan penonton.
Menurut Erick, masalah cyber menjadi salah satu perhatian utama pihaknya 105 hari menjelang event yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang itu. Inasgoc sampai melibatkan hacker dalam negeri mengantisipasi serangan cyber.
Erick mengungkapkan, serangan cyber sebenarnya telah muncul sejak ajang test event ada Februari lalu. Dalam event selama dua pekan itu, ada ribuan serangan cyber yang diterima. Dikhawatirkan serangan makin masif pada saat pelaksanaan Asian Games yang dibuka pada 18 Agustus.
“Jangan sampai pas saat game ada kejadian-kejadian, misal teman wartawan akreditasinya gak jalan karena di-hack,” kata Erick. “Atau mungkin ada teman-teman yang sudah mau nonton dari luar kota, tiketnya gak jalan. Hal-hal ini harus diantisipasi. Biasanya yang di-attack itu,” lanjutnya.
Rapat dipimpin langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla. Chef de Mission yang juga Wakapolri Komjen Syafruddin juga hadir. Karena yang dibahas ancaman cyber, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi juga hadir.
Erick mencontohkan, pada Olimpiade Musim Dingin di Pyeong Chang, Korea Selatan, juga ada serangan cyber pada sistem tiket. Bahkan sampai berdampak pada keterlambatan satu acara pembukaan. Serangan cyber rentan pada penyelenggaraan multievent karena menggunakan internet, wifi, dan cloud computing.
Inasgoc akan diperkuat BSSN, Badan Intelijen Strategis (BAIS), dan Inafis Mabes Polri, untuk menghadapi serangan cyber. “Dan alhamdulillah juga kita bekerja sama dengan hacker-hacker di Indonesia,” ungkap Erick.
Sementara itu, Syafruddin membenarkan adanya serangan cyber pada Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan. Menurut dia, ada dugaan hal itu terkait masalah politik dengan negara tetangga. “Ada masalah politik antara negara tetangga bersaudara itu. Kalau Indonesia tidak ada hal-hal yang dikhawatirkan. Karena simpati internasional kepada Indonesia cukup besar,” ungkap Syafruddin.
Dia menyebut bahwa dukungan dari negara-negara ASEAN cukup solid. Semua bersatu mendukung penyelenggaraan Asian Games.
Sebagai langkah antisipasi, sudah disiapkan sistem yang punya kemampuan mumpuni. “Infrastruktur ya di bidang cyber itu kita siapkan untuk mengantisipasi. Itu keahliannya. Kalau Polri pengamanan fisik,” kata dia.

Dana Promosi Terbatas
Terkait kritikan Presiden Jokowi bahwa promosi Asian Games minim, Erick menyatakan kondisi itu terjadi karena dana yang terbatas. Dari total dana keseluruhan Asian Games Rp6,6 triliun, biaya untuk promosi hanya 2,5 persen atau Rp165 miliar.
“Kalau kita bandingkan Incheon, Korea, hampir 20 persen dari total biaya untuk promosi. Nah, bukan salah siapa, tapi ini pilihan karena kita memang harus terus melakukan efisiensi,” kata dia.
Promosi itu melibatkan seluruh kementerian, TNI, dan Polri. Diharapkan pula partisipasi masyarakat dalam perhelatan akbar itu misalnya dengan menjadi penonton kelak atau menjadi volunteer. “Nanti ada parade tanggal 13 Mei, silakan masyarakat turun ke jalan. Tapi bukan demo ya. Turun ke jalan, Asian Games,” ungkap dia.
Selain itu, ada pula pawai obor di hampir 53 kota. Di antaranya di Papua, Aceh, Solo, Jogja, hingga Banyuwangi. Selain itu ada pula pameran Asian Games 1962 di Kemendikbud. “Bagaimana pada zaman Pak Karno sendiri, sudah siapin creambath buat atlet, klinik for woman,” kata dia.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan semua jajarannya untuk mempromosikan dan menyemarakkan Asian Games. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyisipkan simbol-simbol Asian Games di setiap kegiatan. “Ya semuanya, semuanya. Seluruh menteri. Biar Asian Games kini anget menuju ke panas,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Bogor.
Dalam kegiatan bertemu pengurus OSIS dari berbagai daerah kemarin, presiden pun mulai mencontohkan. Di situ, mantan wali kota Solo itu mengenakan jaket yang di desain khusus dengan atribut Asian Games. Jaket berwarna hitam dengan gambar berbagai cabang pertandingan di punggungnya.
“Jadi mau pakai kaus Asian Games boleh, mau pakai jaket Asian Games seperti ini boleh, akan saya pakai terus ke mana pun,” imbuhnya. Bukan hanya pejabat, dia berharap masyarakat pun mau melakukan hal serupa.
Menanggapi instruksi tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyambut baik. Menurutnya, promosi Asian Games memang harus dikemas dalam cara-cara kreatif. Diakuinya, tidak harus berbentuk jaket, melainkan atribut apapun asal ada unsur pesta olahraga terbesar di Asia itu. (jun/far/ang/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!