Syiar Islam, Muliakan Aulia-Habib

SYIAR ISLAM : Ribuan umat Islam berjalan kaki mengikuti rangkaian ziarah kubro dari Masjid Darul Muttaqin di Pasar Kuto menuju ke pemakaman Gubah Duku, kemarin. Jemaah membawa panji-panji Islam. Foto:Evan/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Rangkaian haul dan ziarah kubro aulia dan habib dimulai kemarin (19/5). Pukul 07.30 WIB, ribuan umat Islam berjalan kaki dari Masjid Darul Muttaqin di Pasar Kuto menuju ke pemakaman Al-Habib Ahmad bin Syech Shahab (Gubah Duku) dan Makam Al-Habib Aqil bin Muhammad bin Yahya (Datuk Aqil).
Selain para ulama, aulia, dan habib dari Palembang dan sekitarnya, juga dihadiri ulama dari luar Sumsel. Seperti Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan provinsi lain. Ada juga yang dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Arab Saudi, Yaman (Hadramaut) dan lainnya.
“ Ini sudah jadi agenda tahun setiap menjelang Ramadan,” kata Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Sumsel sekaligus panitia haul dan ziarah kubro, Habib Mahdi. Tujuannya untuk syiar Islam, juga bentuk penghormatan dan memuliakan aulia, habib, dan ulama yang sudah lebih dulu wafat.
“Setelah ritual ziarah hari pertama selesai, dilanjutkan dengan makan bersama dengan seluruh jemaah yang ikut,” terangnya. Tampak puluhan polisi dan anggota TNI membantu melakukan pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas demi suksesnya acara itu.
Rangkaian haul dan ziarah kubro dimulai 19-21 Mei. “Kalau hari ini (kemarin) fokusnya di Seberang Ilir, besok (hari ini) di Seberang Ulu,” katanya. Tepatnya dari Kampung Al-Munawar, makam habib di Telaga Swidak hingga ke kompleks Assegaff.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan, pihaknya menyambut baik agenda rutin ini. “Kami akan coba jajaki kerja sama dengan panitia ziarah kubro untuk memasukkan tradisi ini dalam kalender pariwisata Kota Palembang. Dengan begitu bisa dikemas lebih baik dan jadi aset pariwisata yang potensial,” tandasnya.(afi/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!