Taekwondoin ini Digembleng Fisik

Mariska Halinda.

ASGHABAT – Taekwondoin Indonesia Mariska Halinda harus kerja keras lagi agar bisa menghasilkan medali di Asian Games 2018. Menurut Pelatih Tim Taekwondo Indonesia
Fahmi Kurnia, Mariska butuh peningkatan fisik agar bisa bersaing di ajang bergengsi multieven antarnegara Asia tersebut. Baik itu dalam hal strengthen maupun agility.

“Menghadapi Asian Games 2018 Mariska perlu ditingkatkan fisiknya baik streng maupun agility. Mariska juga perlu lebih banyak menjalani try out untuk menambah pengalaman bertanding. Dengan adanya try out, Mariska akan lebih banyak mengenal tipe permainan dan dia bisa tampil lebih maksimal di Asian Games 2018 nanti,” terang Rahmi.

Penilaian Rahmi ini muncul setelah melihat penampilan Mariska di Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG) di Asghabat, Turkmenistan. Taekwondoin putri Indonesia itu harus puas dengan medali perunggu setelah gagal melangkah ke final kelas -53kg. Langkah peraih emas SEA Games XXIX Malaysia 2017 ini terhenti di babak semifinal setelah kalah tipis dari taekwondoin Thailand, Phannapa Harnsujin dengan skor 7-8 dalam pertarungan keras yang digelar di Komplek Olahraga Asghabat, Turkmenistan, Selasa (19/9).

Sebelum melangkah ke semifinal, Mariska mengalahkan Thiem Kin Tranh (Vietnam) dengan skor 24-4 dan Rhezie Aragon (Philipina) dengan skor 14-9. “Hasil medali perunggu itu sudah cukup bagus. Penampilan Mariska cukup luar biasa saat menghadapi Phannapa. Di ronde pertama, dia sempat memimpin dengan skor 2-0. Begitu juga pada ronde kedua dengan skor 4-3. Sayangnya, pada ronde ketiga dia banyak kecolongan sehingga skor berbalik menjadi 7-8 untuk Thailand. Beberapa tendangan Mariska sempat mendarat ke hugo lawan tetapi tidak menghasilkan poin karena powernya kurang,” kata Rahmi Kurnia.

Baca Juga :  Duta STP NHI Jawara di National Competition

Diakui Rahmi, Phannapa Harnsujin memang lawan yang cukup berat. Sebab, Phannapa memiliki pengalaman bertanding lebih banyak. “Phannapa itu pernah tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Jadi, dengan pengalaman itu dia mampu mengejar kekalahannya di ronde ketiga,” katanya.

Sementara itu, taekwondoin putra, Chaerul Adzan yang turun di kelas -63kg hanya meraih satu kemenangan atas Teddy Heioumana Tsoung Hyo Teng (Tahiti). Di pertandingan kedua, Chaerul harus mengakui keunggulan Kamronbek Yakhshiboev (Uzbekistan) dengan skor 8-29. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!