Tak Cukup Mengajar, Sertifikasi Tak Cair

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Drs Widodo MPd

PALEMBANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel akan mencairkan tunjangan sertifikasi 5.994 guru SMA/SMK se-Sumsel. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Drs Widodo MPd, melalui Kasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Ferry Nursyamsu, kemarin (4/11).
Menurut Ferry, Disdik Sumsel telah menyerahkan surat perintah pembayaran (SPM) ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumsel untuk pembayaran tunjangan sertifikasi guru SMA/SMK. “Guru SMA/SMK yang telah sertifikasi ada 6.680 orang, tapi yang memenuhi syarat untuk pencairan ada 5.994 guru,” jelasnya.
Tunjangan sertifikasi tersebut, lanjut dia, diharapkan segera diproses dan masuk ke rekening masing-masing guru. “Diharapkan, dalam minggu ini, sudah bisa cair,” imbuhnya. Diakuinya, ada 686 guru tidak dibayarkan tunjangan sertifikasinya karena tidak memenuhi syarat. Di antaranya jam mengajar tidak 24 jam per minggu. Selain itu, guru tersebut mengajar mata pelajaran tidak linear dengan sertifikatnya.
“Kita imbau agar guru yang tidak mencukupi jam mengajar untuk mencari sekolah lain. Begitupula dengan guru yang mengajar mata pelajaran tidak linear dengan sertifikat, juga harus mengajar di sekolah yang sesuai sertifikatnya,” paparnya.
Lebih jauh dikatakannya, total dana sertifikasi triwulan pertama hingga triwulan empat 2017, sebesar Rp273.492.312.800. Namun yang terserap, hanya Rp265.901.576.800. “Sisanya, yang tidak terserap dikembalikan ke kas negara karena guru yang sudah tersertifikasi tidak memenuhi syarat untuk menerima tunjangan sertifikasi,” pungkasnya. (nni/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!