Tak Mampu, Buat Pernyataan

BENTANG SPANDUK: Acara pengenalan kehidupan kampus (KP2) bagi mahasiswa baru Universitas Sriwijaya sempat diwarnai pembentangan spanduk penurunan uang kuliah tunggal (UKT) di auditorium Unsri, kemarin. Foto; Sardinan/Sumatera Ekspres

INDRALAYA – Aksi peduli menuntut penurunan uang kuliah tunggal (UKT) sebesar 50 persen oleh Aliansi Peduli UKT, yang dikoordinasi KM BEM Unsri, belum juga surut. Meski tiga pentolannya dinonaktifkan sebagai mahasiswa Unsri, masih saja ada aksi provokatif dengan pembentangan spanduk menurunkan UKT.
Aksi itu terjadi saat Rektor Unsri, Prof Dr Ir H Anis Saggaff, menyampaikan sambutan pada acara pengenalan kehidupan kampus (KP2) di Kampus Unsri Indralaya, kemarin (1/8). Sekitar pukul 10.15 WIB, tiba-tiba spanduk raksasa ukuran 15 meter dan lebar 1 meter terbentang di atas pagar pembatas bagian atas auditorium Unsri Indralaya bertuliskan “Kami Mahasiswa Universitas Sriwijaya Menuntut Turunkan UKT Semester 9”.
Sontak saja spanduk tersebut menjadi perhatian dan membuat 8.036 mahasiswa baru memberikan aplaus terhadap kakak tingkatnya, yang telah membentangkan spanduk tersebut. Namun, pemasangan spanduk itu hanya sekitar 5 menit karena petugas keamanan Unsri langsung naik dan melepaskan secara paksa spanduk tersebut.
Terkait tuntutan penurunan UKT semester 9 sebesar 50 persen, Anis mengatakan, apa yang dilakukan mahasiswa tersebut wajar-wajar saja. “Saya sudah berkonsultasi dengan Dirjen Kementerian Dikti soal bidikmisi, tidak ada masalah. Sebab bagi mahasiswa bidikmisi yang belum tamat hingga semester 9 bila memang tidak mampu, buat pernyataan yang diketahui ketua prodi, bisa bayar paling terendah Rp500 ribu. Kalaupun masih tidak mampu, silakan temui saya, nanti saya yang bayar,’’cetus H Anis.
Sedangkan UKT untuk mahasiswa umum, tidak bisa diturunkan karena belum BHMN. “Unsri ini masih BLU. Jadi, segala sesuatu keputusan ada di kementerian. Sebenarnya, kita menginginkan pendidikan ini gratis, tapi tidak bisa karena menyangkut aturan keuangan. Memang, kita berharap UKT tidak terlalu mahal, tapi syaratnya universitas harus punya badan usaha. Mudah-mudahan, kita sudah mengarah ke sana,’’lanjut H Anis.
Terkait ada mahasiswa yang telah dinonaktifkan Unsri, H Anis mengatakan, aspirasi silakan saja, tapi moral dan etika harus dikedepankan. “Jadi, mahasiswa yang dinonaktifkan dampak dari moral dan etika, tapi nanti akan kita urus dan kita selesaikan. Saya siap pasang badan. UKT tidak bisa diturunkan. Kalau memang orang tuanya (maaf) jatuh bangkrut, akan kita bantu, tapi tidak bisa pukul rata, apalagi berjemaah minta turunkan UKT,’’tambahnya.
Pada acara KP2, dihadiri Asisten II Pemprov Sumsel, Yohanes Thoruan, dan Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Yusid Toyip. Keduanya merupakan alumni Unsri. Sebelum acara KP2 dibuka pukul 09.30 WIB, BEM KM Unsri melakukan pembentukan formasi dengan paper mob oleh para mahasiswa baru.
Mahasiswa baru Unsri tahun akademik 2017-2018 sebanyak 8.036 orang. Jumlah ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya, sebanyak 7.500-an. Ini karena ada penambahan empat prodi baru. Untuk itu, dirinya meminta kepada para mahasiswa, jangan berlama-lama kuliah. “Sekarang tujuh semester bisa tamat. S2 juga harus selesai satu setengah sampai dua tahun, S3 juga harus 3 tahun tamat. Ini agar kader-kader bangsa segera mengurus negara,’’lanjutnya. (sid/nan/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!