Takut Didenda, Bidan Tolak Layani Persalinan di Rumah Pasien

Ilustrasi

MUARADUA – Kebijakan yang melarang bidan mesa membantu persalinan di rumah pasien, membuat masyarakat di pedalaman kini kesulitan untuk mendapatkan akses pelayanan cepat, khususnya menyangkut layanan persalinan bagi ibu-ibu yang hendak melahirkan.

Belum lama ini dampak kebijakan yang dianggap keliru itu sudah dirasakan langsung warga talang Mabae Desa Sadau Jaya, Kecamatan Sungai Are. Akibat bidan desa yang biasa melayani warga takut didenda ketika melayani persalinan di rumah pasien, seorang warga akhirnya melahirkan di tengah jalan.

“Gile, peraturan ape melarang bidan melayani warga langsung mak itu, makmane warga yang tinggal digunung-gunung, bukit, talang yang jauh kalau bidan dilarang didatangkan pacak mati ibu-ibu melahrikan di jalan,”kata tokoh masyarakat Desa Sadau Jaya, Irhan yang sudah merasakan langsung dampak kebijakan keliru melarang bidan melayani persalinan di rumah pasien itu.

Dikatakannya, warga Sadau Jaya sudah jadi korban larangan itu hingga harus melahirkan ditengah jalan tanpa pertolongan bidan. Itu pun kondisinya sangat kritis karena darah pasien yang hendak melahirkan tinggal 60. (dwa0

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (18/7). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!