Tanpa Televisi, Garansi Atlet Tetap Nyaman

Direktur Atlet Village INASGOC, Andrewan Tri Ananta, di Main Pers Center Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/2). Foto: Kumaidi/Sumatera Ekspres

JAKARTA – Panpel Asian Games alias INASGOC memproteksi atlet selama di athlete village alias wisma atlet. Salah satu proteksi yang dilakukan adalah membatasi fasilitas televisi. Demi menjaga konsentrasi atlet selama game times, INASGOC tidak memberikan fasilitas televisi di setiap unit kamar.

“Terkait televisi, kami dapat arahan sesuai aturan dari OCA (Dewan Olimpiade Asia). Tidak ada televisi dan kulkas di masing-masing unit. Semua sudah tersedia di dining hall. Semua ini dilakukan bertujuan supaya semua atlet bisa istirahat di unit dan makan di dining hall dengan baik serta bisa fokus di pertandingan berikutnya,” ungkap Direktur Atlet Village INASGOC, Andrewan Tri Ananta, di Main Pers Center Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/2).

Andre menjelaskan, pembatasan ini tidak akan mengurangi kenyamanan atlet selama di wisma atlet. Kenyamanan selama di kampung atlet tetap menjadi prioritas. Bahkan, mereka bertekad semua kebutuhan atlet terpenuhi di dalam wisma atlet. Misal, setiap atlet diberikan laundry gratis dua pieces. Jika atlet mencuci lebih banyak, dikenakan biaya dengan diskon sampai 50 persen.

“Kami upayakan atlet gak perlu keluar kampung atlet untuk memenuhi kebutuhan karena di dalam sudah lengkap, ada perpustakaan, fitness center, games room, termasuk UMKM untuk menjual oleh-oleh khas Indonesia, kita siapkan di sana. Sementara untuk ice maker, akan kami siapkan di lobi di setiap tower. Nanti akan kita lihat kapasitasnya. Jika besar, cukup di lobi saja,” ujarnya. “Kemudian, wifi bisa diakses di dalam dan di luar tower,” lanjutnya.

Baca Juga :  Opening AG Ajang Promosi Budaya

Andre menerangkan, untuk meningkatkan kualitas wisma atlet di game times nanti, pihaknya akan menyebar form survei ke semua atlet dan ofisial dari peserta invitation tournament. Feed back langsung itu yang akan menjadi acuan perbaikan fasilitas wisma atlet.

“Inilah gunanya invitation tournament, untuk menguji kesiapan kami agar lebih baik lagi di Asian Games nanti. Total, ada 18 negara yang meramaikan invitation tournament di delapan cabang olahraga,” ujarnya.

Sementara, Direktur Departemen Venue and Environment, Teguh Arlan Perkasa Lukman menjelaskan, posisi INASGOC hanya berstatus penyewa venue. Khusus departemennya, bertugas dalam kesiapan venue, project overlay, venue operation coordinator, environment, dan sport presentations. “Kemegahan kemasan pertandingan dan suasana pertandingan menjadi seputar tugas kami. Termasuk pemilihan lagu-lagu yang layak diputar selama Asian Games,” ucapnya. (kmd/ion/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!