Target Akhir Tahun Kelar

KERJASAMA: Prof Drs H Muhammad Sirozi PhD, rektor UIN Raden fatah, tandatangan MoU dengan Puslitbang Khazanah Keagamaan dan manajemen Organisasi Balitbang Diklat Kemenag RI. Foto: Budiman/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Memberi kemudahan dalam memahami dan mengartikan Al-Quran, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang akan menerbitkan terjemahan Al-Quran dalam bahasa Palembang asli.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Drs H Muhammad Sirozi PhD mengatakan, terjemahan Al-Quran dalam bahasa Palembang asli sudah direncanakan sejak lama, sekitar 4-5 tahun lalu. “Ide ini jauh sebelum saya dilantik menjadi rektor,” ujarnya usai MoU dengan Puslitbang Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang Diklat Kementerian Agama RI dengan UIN Raden Fatah Palembang, kemarin (27/2).
Menurutnya, terjemahan Al-Quran akan menggunakan bahasa Palembang asli dan ini semakin mendekatkan Palembang dengan semangat membaca Al-Quran. Adanya terjemahan Al-Quran dalam bahasa Palembang, pihaknya ingin masyarakat lebih mudah mengerti dan memahami arti Al-Quran. “Palembang salah satu sejarahnya peradaban budaya dan keagamaan,” cetusnya.
Dr Alfi Julizun Azwar Mah, ketua tim penyusunan penerjemahan Al-Quran dalam bahasa Palembang, mengatakan, tim yang terlibat dalam penyusunan Al-Quran bahasa Palembang melibatkan tim ahli 10 orang. “Tim terlibat ahli bahasa Palembang asli, ahli kebudayaan, tokoh agama di Palembang, dan pihak lainnya,” terangnya.
Lanjutnya, mengenai penerjemahan Al-Quran, timnya telah diberikan pedoman penulisan penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa oleh Kemenag RI. “Alhamdulillah, ini sudah berjalan awal Januari lalu. Saat ini, sudah 12 juz diterjemahkan, dengan target akhir tahun selesai,” katanya lagi.
Sementara itu, Muhammad Zain, direktur Kepala Pusat Litbang Lektur Khazanah Keagamaan Manejeman Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, menuturkan, penerjemahan Al-Quran salah satu program unggulan Pusat Litbang Jakarta. “Palembang adalah kota ke-16 yang menerjemahkan Al-Quran. Program ini sudah dilakukan sejak 2011. Khusus 2018 ini, ada bahasa Palembang dan Sunda yang menerjemahkan Al-Quran,” ujar Zain.
Dijelaskannya, Palembang memiliki tiga unsur utama. Pertama, bahasa Palembang penuturnya di atas 1 juta dari 700 bahasa di daerah dan bahasa Palembang termasuk nomor 15. Kedua, Palembang mempunyaui sejarah panjang, pertemuan antara Palembang dan Hindu. “Ketiga, mengapa harus bahasa daerah, agar terjemahan Al-Quran bisa dipahami masyarakat Palembang. Karena bahasa daerah adalah bahasa ibu dan lebih menyatu dengan bahasa ibu. Tahap awal penerbitan akan dicetak 500 Al-Quran untuk masternya terlebih dahulu,” tandasnya. (nni/nan/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!