Target, Perbasasi Turun Kelas

Pengurus Perbasasi. foto: istimewa

JAKARTA – Pengurus Besar Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) tidak memposisikan Asian Games (AG) 2018 sebagai prioritas dalam menancapkan kuku prestasi. Multieven elite Asia itu ditempatkan sebagai sasaran antara meski Indonesia berstatus sebagai tuan rumah. Sasaran utama mereka justru satu level di bawah Asian Games, yaitu kuasai panggung Asia Tenggara dengan bidikan emas di SEA Games 2019 mendatang.

“Idealnya memang timnas dibentuk untuk hadapi event Asia Tenggara, Asia, lalu menatap prestasi dunia. Kebetulan, saat ini kan Asian Games yang datang duluan. Karena itu, Asian Games akan kita jadikan ajang try in atlet kita dengan melawan tim-tim asal Asia. Tapi tetap, kita akan berusaha berikan yang terbaik sesuai kemampuan kita karena sebenarnya timnas kami bentuk untuk berbicara dulu di SEA Games 2019 sementara Asian Games hanyalah sasaran antara,” ungkap Ketum PB Perbasasi Andika Monoarfa saat syukuran ulang tahun PB Perbasasi ke-51 di Senayan Sabtu (3/3) malam.

Di Asian Games nanti, cabor yang dipertandingkan softball putri dan baseball putra. Sementara nomor unggulan PB Perbasasi adalah softball putera. Nomor ini di SEA Games 2019 dipertandingkan. Diakui Andika, bukan persoalan gampang kuasai Asia Tenggara. Indonesia pernah juara pada SEA Games edisi 1997. Setelah itu, Indonesia juara di single event 19 tahun kemudian setelah pada 2016 kemarin, Indonesia keluar sebagai juara di SEA Cup. Untuk level Asia, negara yang disegani Jepang kemudian China Taipei lalu Filipina, dan Korea.

Baca Juga :  Indent, Stok LM Antam Menipis

Meski Asian Games 2018 bukan tujuan utama, PB Perbasasi tetap mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Tak ingin ada cacat dalam pelaksanaan Asian Games nanti, mereka menggelar Kejuaraan Softball Putera Asia pada 23-28 April mendatang di Stadion Softball GBK Senayan Jakarta Pusat. Kejuaraan dengan peserta dari 12 negara ini diproyeksikan sebagai test event Asian Games. Ketum Andika menggaransi, kejuaraan ini bakal menyuguhkan permainan kelas dunia. Ini karena tim peserta salah satunya adalah negara juara dunia, yaitu Jepang.

Kemudian Indonesia sebagai tuan rumah, lalu China Taipei, Korea, Filipina, Pakistan, India, Iran, Hong Kong, Singapura, Thailand, dan Malaysia. Melalui ajang ini, Indonesia bisa belajar banyak kepada atlet softball dunia. Apalagi, para peserta bakal datang lebih awal dari jadwal pelaksanaan untuk aklimatisasi.

“Tiga peringkat terbaik dapat tiket kejuaraan dunia. Indonesia selalu lolos kualifikasi kejuaraan dunia. Di ajang ini, kami juga ingin minimal raih perunggu agar bisa tampil di kejuaraan dunia, sekaligus menyamai prestasi yang sama pada 2016 di Jepang,” ungkap
Andika .(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!