Tegang, Caesar Pacific Jungkalkan Siliwangi

Caesar Pacific saat melawan Siliwangi Bandung. foto: istimewa

JOGJA – Untuk kali pertama IBL Indonesia 2018 menyajikan pertarungan sampai overtime. Tontonan penuh tegangan tinggi sampai akhir itu tersaji ketika pertandingan mempertemukan antara Siliwangi Bandung melawan Caesar Pacific di GOR UNY Jogjakarta Sabtu (27/1) sore. Pertandingan itu akhirnya dimenangkan Pacific dengan kedudukan 83-80.

Siliwangi yang ingin menyudahi tren buruk selalu kalah sejak IBL Indonesia digeber ini sangat bernafsu cetak kemenangan perdana. Permainan penuh determinasi dipertontonkan meski di awal kuarter harus menyerah 17-20. Tapi di kuarter kedua mereka bisa mengungguli Pacific dengan skor 44-33. Dominasi ini berlanjut sampai kuarter ketiga yang berkesudahan 65-56 untuk Siliwangi.

Drama tersaji di kuarter keempat. Kedua tim saling terpacu menambah poin hingga keduanya sama-sama koleksi 75. Karena harus ada yang menang dan kalah, babak over time diberikan wasit untuk mencari pemenang di pertandingan ini. Situasi ini menjadi antiklimaks bagi Siliwangi. Pacific mampu memanfaatkan momentum ini untuk membalikkan keadaan sehingga dia keluar sebagai pemenang dengan skor 83-80.

Pelatih Siliwangi Bandung Ali Budimansyah mengakui kelemahan anak asuhnya. Mereka belum bisa mengatasi tekanan tinggi dalam sebuah pertandingan. Mental mereka masih naik turun sehingga di akhir pertandingan harus merelakan Pacific bisa berpesta di akhir laga. “Kami harusnya bisa ambil dua poin dari pertandingan ini. Tapi karena memang pemain kami masih kurang jam terbang, terutama hadapi situasi tegang penuh tekanan seperti di lapangan tadi, ya beginilah hasilnya. Tapi apapun itu saya tetap harus apresiasi perjuangan mereka. Gak mudah berjuang sampai over time. Ini menjadi modal kami untuk next game ,” ungkap Ali usai pertandingan.

Baca Juga :  Miris... Ada Bekas Gigitan Anjing di Tangan Adelina

Terangnya, situasi di lapangan sampai memaksa pemain asing Siliwangi kesal. Brown Darnell melampiaskan kekesalannya dengan memasang wajah muram setelah pertandingan. Dia ngeloyor saja ke ruang ganti tanpa mau menutup pertandingan dengan bersalaman dengan penggawa lawan dan perangkat pertandingan. Padahal itu tradisi di setiap pertandingan bola basket.

“Saya tahu tim butuh poin tiga dan saya berada di posisi siap tembak poin tiga. Tanpa pengawalan. Tapi tidak ada satupun yang melihat dan mendengarkan terisak saya,” ungkap Brown.

Sementara Pelatih Pacific Caesar Kencana Wukir mengaku senang dengan capaian anak asuhnya ini sekalipun mereka tampil kurang greget di awal kuarter. Di tambah lagi dengan ketatnya lawan dalam melakukan self defense. Situasi ini membuat kami harus mencari solusi membuka pertahanan mereka sekaligus fokus menambah poin.

“Apalagi pemain asing mereka, Brown, sangat on fire. Kita dibombardir sepanjang pertandingan. Tapi setelah bisa memastikan overtime, itu menjadi semangat tambahan kami untuk berbuat lebih. Kita bisa ambil keuntungan ini hingga akhirnya kita bisa memenangkan pertandingan,” jelas Wukir.

Dalam pertandingan ini Brown menjadi penyumbang poin terbanyak Siliwangi dengan 39 poin. Sementara Seagers David menjadi penyumbang poin terbanyak Pacific usai cetak 23 poin. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!