Tegas! Polda Sumsel Tembak Mati 2 Perampok

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara

MARTAPURA – Tak ada kejahatan yang dibiarkan merajalela di Sumsel. Terutama kasus berat seperti perampokan. Hal itu komitmen tegas Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dan jajarannya untuk mengamankan wilayah Sumsel.

Tak hanya saat ini menjelang Lebaran Idulfitri, tapi juga karena Sumsel akan menggelar pilkada serentak dan jadi tuan rumah Asian Games. Karenanya, kasus perampokan 5 Juni lalu di Desa Metrorejo, Kecamatan Buay Madang, OKU Timur jadi atensi.

Apalagi, delapan pelakunya bersenjata api (senpi). Mereka merampok Wicaksono (33), warga setempat. Pada dini hari kejadian, korban dipukuli di hadapan sang istri. Setelah diikat, para pelaku menggasak uang Rp24 juta, emas 2 suku, empat handphone dan dua sepeda motor.

Komplotan ini ternyata kawanan yang merampok seorang tauke karet di Madang Suku III, Mei 2018 lalu. “Sudah sangat meresahkan,” kata Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya, kemarin.

Lima hari dilacak, keberadaan para pelaku terdeteksi. Jajarannya dibantu Jatanras Polda Sumsel berhasil menangkap empat dari delapan perampok sadis tersebut.
Sekitar pukul 03.30 WIB, Polres OKU Timur dipimpin AKBP Erlin Tangjaya dibantu Jatanras Polda Sumsel menangkap Jumali (37), warga Desa Sumber Suko Kecamatan
Belitang, OKU Timur.

Dalam pengembangan, petugas mendapatkan nama Romlan alias Eko (42), warga desa yang sama. Namun, penangkapannya tak berlangsung mudah. Tersangka memberikan perlawanan. “Sudah kami berikan peringatan, tapi tetap melakukan perlawanan sehingga terpaksa ditindak tegas. Pelaku terkena peluru petugas dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata Erlin.

Perburuan terhadap para perampok belum berakhir. Dalam pengembangan kasus, didapat nama pelaku lain, yakni Aladin (40), warga Desa Melati Agung, Kecamatan Semendawai Timur.

Seperti Romlan, tersangka memberikan perlawanan dalam upaya penangkapan. Timah panas petugas akhirnya merenggut nyawa pria tersebut. Pelaku keempat yang ditangkap yakni Yono (33), warga Desa Tawang Rejo.

“Masih ada empat pelaku lain yang buron dan dalam pengejaran,” tegas Erlin. Identitas mereka sudah dikantongi petugas. Yakni Ag dan Aj, warga Desa Melati Agung. Lalu, Tm, warga Desa Bunut, Kecamatan Lempuing OKI dan Kw, warga Desa Tulung Harapan.

Dijelaskannya, kawanan ini menyatroni kediaman korban (Wicaksono) pukul 02.00 WIB. Setelah mendobrak pintu, para pelaku merangsek masuk. Korban diikat lalu dipukuli agar menunjukkan barang-barang berharganya.

Istri korban hanya bisa menyaksikan kejadian itu tanpa mampu melawan. Untuk menakuti korban, pelaku juga menodongkan senpi yang mereka bawa. Setelah itu, dengan leluasa menggasak uang Rp24 juta, dua suku emas, empat handphone, sepeda motor Honda Verza milik kades setempat yang dipinjam korban. Termasuk motor Jupiter MX korban.

Saat ini, para pelaku yang buron disarankan untuk menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatan kriminalitas mereka. “Kami imbau agar keempat pelaku yang belum tertangkap segera menyerah. Jika tidak akan kami tindak tegas,” cetus Erlin.

Bukti kalau kawanan ini tak hanya meresahkan, tapi juga membahayakan yakni beberapa barang bukti yang berhasil disita. Selain sepucuk senpi jenis revolver kaliber 38 mm, juga 20 amunisi aktif kaliber 38 mm. Kemudian, enam butir peluru kaliber 9 mm, 4 selongsong peluru kaliber 38 mm.

Ditemukan pula empat handphone milik korban pada tersangka Jumali. “Para pelaku ini memang sudah sangat meresahkan. Mei lalu mereka beraksi di wilayah Madang Suku III. Korbannya bos karet,” ungkap Erlin. (sal/kos/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!