Tegas… Tekan Gesekan Antarsuporter

Perwakilan pendukung sepak bola menjelang acara Jumpa Suporter Indonesia. foto: kumaidi sumeks.co.id

JAKARTA – Ada harapan yang terselip dari suporter Sriwijaya FC untuk acara Jumpa Suporter Indonesia Kamis nanti (3/8). Melalui perwakilannya, Ariyadi Eko Neori yang merupakan Ketum Singa Mania, acara islah suporter nasional itu diharapkan bisa menekan rivalitas antarsuporter di sepak bola. Dengan begitu, acara rekonsiliasi nasional suporter Indonesia ini tidak hanya sebatas seremonial.

“Kami berharap ada aksi nyata di lapangan. Jadi acara seperti ini tidak sebatas seremonial. Kami apresiasi langkah positif ini. Paling tidak, masalah gesekan bisa diminimalisir,” jelas Ariyadi.

Ariyadi datang dalam pertemuan persiapan acara Jumpa Suporter Indonesia di Kantor Kemenpora, Selasa (1/8), sebagai perwakilan suporter Sriwijaya FC. Selain dia, ada beberapa pentolan suporter klub lainnya. Sebut saja Ferry Indrasjarief dari The Jakmania, kemudian perwakilan dari suporter Persis Solo, PSS Sleman, Bali United, Borneo FC, Persik Kudus, Arema, dan Persib Bandung. Total ada 9 perwakilan suporter dalam rapat teknis itu. Rapat juga dihadiri Sesmenpora Gatot Dewa Broto, Sekjen PSSI Ratu Tisha, dan pihak kepolisian.

Dalam rapat, mereka sepakat bahwa sebagai bagian dari suporter klub sepak bola Indonesia untuk tetap menunjukkan loyalitas pada klub masing-masing dan menghormati pertandingan dengan tidak menunjukkan sikap permusuhan pada kelompok suporter yang lain dan masyarakat pada umumnya. Kesepakatan itu akan ditawarkan kepada para perwakilan suporter dan wakil klub yang hadir dalam islah suporter.

Baca Juga :  ANRI Siap Menjaga Arsip Budaya dan Pariwisata Indonesia

Gagasan Islah Suporter Indonesia ini menguat setelah korban kembali jatuh dalam penyelenggaraan Liga 1. Kamis lalu (27/7), suporter Persib Bandung Ricko Andrean Maulana menghembuskan napas terakhir setelah jadi korban salah sasaran pengeroyokan suporter Persib. Diduga The Jakmania, karena Rico menolong suporter Persija yang dikeroyok suporter Persib saat pertandingan Persib melawan Persija di Gelora Bandung Lautan Api. Niat baik Rico itu justru mengantarkannya ke liang lahat karena dihabisi rekannya sendiri yang sesama pendukung Persib.

Sesmenpora Gatot menjelaskan, tidak ada jaminan juga setelah islah dilaksanakan suporter yang sering bertikai langsung damai. Namun, tetap butuh upaya untuk mendamaikan semuanya. “Esensinya adalah kami tidak ingin mengikat pada suatu ikatan, tapi pada akhirnya nanti bentrok lagi. Tapi ini harus dimulai, saling “mutual understanding” bersama-sama hingga kejadian kekerasan pada suporter ini bisa diminimalisasi. Kita ajak suporter untuk bersama-sama saling bersinergi menandatangani semacam ungkapan bersama, meskipun tetap berdiri di belakang klub masing-masing,” ujar Gatot. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!