Teka-Teki Terbunuhnya Chatarina Wiedyawati

Asworo dan Wiwid yang berencana menikah pada 5 September nanti. Foto: ist

Kasus tewasnya Chatrina Wiedyawati alias Wiwid (30) sejak ditemukan 11 Mei lalu hingga saat ini masih misteri. Teka-teki siapa yang telah menghabisi nyawa korban belum berhasil diungkap pihak kepolisian.
——————-
Sempat beredar kabar kalau pacar korban, Martinus Asmoro (33) terakhir terlacak di Lampung. Namun, keberadaannya saat ini belum bisa dipastikan. Jajaran Polsek Sukarami yang menangani kasus tersebut masih terus melakukan penyelidikan.

Selain pacar, Asworo juga orang yang terakhir jalan bersama korban. Karenanya, pria yang pernah bekerja di koperasi SMA Xaverius 1 Palembang itu harus ditemukan. “Kami masih berusaha mencari jejaknya karena dia orang terakhir yang bersama korban,” ungkap Kapolsek Sukarami Kompol Khalid Zulkarnain melalui Kanit Reskrim, Iptu Marwan, Sabtu (20/5).

Sebelum ditemukan tewas di Jalan Sungai Sedapat, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, korban pergi bersama sang pacar. Pada 6 Mei pagi, keduanya berangkat naik mobil sewaan dari Prabumulih ke Palembang. Rencananya akan langsung berangkat ke Yogyakarta untuk pre-wedding.

Tapi, sorenya, handphone korban tak bisa dihubungi. Keluarga kehilangan kontak. Pada malam harinya, ada yang melihat Asworo pulang sendirian ke tempat tinggalnya di dekat sekolah tempatnya bekerja.

Kata Iptu Marwan, pihaknya sudah memeriksa para saksi, seperti atasan korban dan teman–teman di tempat kerjanya. “Kami juga sudah ke rumah kontrakan pacar korban. Di sana, ada beberapa pakaian yang ia tinggalkan,” bebernya.

Baca Juga :  Resep Asli Keluarga, Modal Awal Rp2,5 Juta

Untuk luka yang dialami korban, sudah dipastikan di kepala, wajah, kaki, dan tangan. “Tidak ada bekas air keras,” ucap dia. Pihaknya sudah mencoba menghubungi keluarga pacar korban di Blitar, tapi tidak ada respons.

“Kami berharap Asworo bisa menyerahkan diri secepatnya karena dia merupakan saksi kunci atas kejadian ini,” tukas Marwan. Jajarannya sudah mengamankan mobil Innova yang diduga dikendarai Wiwid bersama pacarnya dari Prabumulih menuju Palembang.

“Mobilnya terlacak dan sudah diamankan di Polsek Sukarami. Ada bercak darah di dalam mobil,” tutur Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB. Dia minta doa agar jajarannya bisa segera menemukan pelakunya. Jenazah korban sendiri telah dimakamkan keluarganya di TPU Ngaru Suryodiningratan Yogyakarta, tak jauh dari rumah duka di Perumahan Suryo Permai II, Mantrijeron.

Sebelum diterbangkan ke Yogyakarta, tiga romo projo yakni Romo Rakidi Pr, Romo Priyo Pr, dan Romo Anton Pr memimpin misa requiem bagi almarhumah Wiwid dan seorang umat Katolik lainnya secara berbarengan di Rumah Duka RS RK Charitas Palembang.

Kabar tewasnya Wiwid diketahui keluarganya di Muara Enim dari pihak kepolisian yang menemukan jasad seorang wanita tanpa identitas di Jl Sungai Sedapat, Sukarami, Palembang.

Baca Juga :  Petenis Meja Terpilih Dapat Uang Saku

Ayah korban, Paulus (59), yang tinggal di Tanjung Enim langsung berangkat ke Palembang untuk memastikan itu. Di kamar jenazah RS Bhayangkara, dia memastikan kalau jasad itu adalah putrinya,

Hasil tes DNA juga cocok. Tentu saja ini membawa duka mendalam bagi keluarganya. Apalagi, Wiwid akan menikah dengan pacarnya 5 September nanti di Yogyakarta. Undangan dan suvenir, bahkan persiapan lain telah dilakukan.

Korban yang bekerja di PT Cipta Hasil Sugiarto cabang Prabumulih ini sudah satu tahun menjalin hubungan dengan pacarnya. Sebelum kerja di Prabumulih, Wiwid tinggal di Yogyakarta sampai menamatkan kuliah strata (S2) di Universitas Gadjah Mada.(wly/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!