Telat Panas

SEHARUSNYA IMBANG: Bek SFC, Yanto Basna (kiri) tak mampu hentikan penyerang Bali United, Syilvano Comvalius di Stadon I Wayan Dipta, kemarin (30/10). Foto: Foto: Miftahuddin Halim/Radar Bali

PALEMBANG – Sriwijaya FC kehilangan poin lagi. Pada pekan ke-32 Liga 1 2017 klub berjuluk Laskar Wong Kito dipaksa menyerah 2-3 Bali United di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, tadi malam (30/10).

Anak asuh Hartono Ruslan tampil lesu pada awal pertandingan. Sebaliknya tuan rumah langsung bermain beringas dengan mencetak tiga gol. Dua gol lahir dari kaki penyerang Sylvano Dominique Comvalius 2’ (penalti) dan 37’. Sedangkan satu gol lagi dicetak gelandang energik Taufiq lewat tembakan dari jarak jauh pada menit 14.

Klub pemilik gelar double winner edisi 2007/2008 ini telat panas. Yu Hyun Koo dan kawan-kawan hanya mampu membalas dua gol babak kedua. Masing-masing diciptakan Marckho Sandy pada menit 49, dan Alberto Goncalves menit 62.

Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan, mengakui pertandingan lawan Bali United menjadi pertandingan yang cukup bagus. Karena kedua tim selalu mmempertontonkan laga saling menyerang.  “Sebelum melawan Bali, kita sebenarnya sudah lakukan prediksi dan mengubah skema bermain. Karena ini formasi baru, jadi babak pertama kurang memahami,” ujar Hartono.

Tetapi babak dua, lanjut Hartono, setelah pemain diberikan beberapa penjelasan mereka pun paham dan permainan mulai berkembang. “Jujur anak-anak sudah berusaha keras. Yah itu, pantasnya kita hari ini mendapat skor draw, karena gol yang dianulir adalah proses skrimit. Gak jelas juga, offside-nya dari mana?” tambahnya.

Pelatih asal Solo ini pun, mengomentari banyaknya keputusan janggal di pertandingan ini. Bukan hanya saat gol Hilton dianulir, tetapi keputusan wasit Toriq Alkatiri melakukan play on saat salah satu bek Bali United hands ball di dalam area kotak 16 juga cukup disayangkan.

Padahal, saat itu hakim garis, jelas terlihat mengangkat bendera, tanda jika sebenarnya ada salah satu pemain tertangkap hand ball dan harusnya mendapat penalti. “Yah, itu juga yang diprotes anak-anak. Karena ada hand ball ada wasit angkat bendera, tanda hakim garis memberi tahu pemain Bali hand ball. Makanya anak-anak protes,” ujarnya.

Tetapi selebihnya, Hartono mengku tidak bisa mengomentari terlalu banyak mengenai keputusan wasit. “Wasit punya kuasa. Apapun keputusanya, salah atau benar tetap dia yang berkuasa. Ya mau bagaimana lagi? Yang jelas jika melihat pemainan tim, saya cukup puas. Tetapi kalau soal wasit, kurang memuaskan,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan winger Muhammad Nur Iskandar. Menurutnya, Sriwijaya FC seharusnya mendapat hasil imbang, sendainya satu gol tidak dianulir wasit.  “Kita melihat di bench. Itu gol. Tetapi kita masih harus lihat di rekaman ulang itu gol sah atau tidak. Babak kedua pertandingan sangat menarik, kita bisa mengimbangi permainan mereka dan kita seharusnya bisa dapat hasil draw,” kata pemain nomor punggung 17 itu.

Pulang tanpa poin tidak mengubah posisi Sriwijaya FC di klasemen sementara. Berdiri pada posisi 14 dengan catatan 32 main, 10 menang, 8 imbang, 14 kalah dan koleksi 38 poin. Pada laga berikut klub kebanggaan masyarakat Sumsel akan hadapi Persegres di Stadion Bumi Sriwijaya, (5/11). “Kita harus tetap fokus pada laga berikut,” tukas dia.

Di sisi lain Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro, mengaku kemenangan lawan Sriwijaya FC patut disyukuri. Karena di sepanjang babak pertama tim berjuluk Serdadu Triudatu bisa menguasai permainan, dan menunjukkan laga yang enak ditonton.

“Tetapi babak kedua, saya anggap tim terlalu bernafsu menyerang dan melupakan pertahanan. Akhirnya mereka yang juga bermain menyerang, membuat kami kehilangan organisasi,” tutur Widodo.

“Saya pun masukkan Hasim Kipuw, karena saya pikir lebih bagus kita mempertahankan kemenangan. Untuk menambah jumlah gol lagi, feeling saya agak berat. Makanya saya masukkan beberapa gelandang untuk mempertahankan kemenangan,” tambah Widodo.

Sementara itu, Fadil Sausu kapten Bali United juga berpendapat sama dengan WCP. Menurutnya tim, bisa menguasai di babak pertama, dan sedikit kehilangan konsentrasi pada babak kedua. “Saya juga harus akui  Sriwijaya FC bermain menyerang bagus. Cukup kerepotan. Tetapi kita bersyukur masih bisa mempertahankan skor dan diberi kemenangan,” pungkasnya. (cj11/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!