Teman Rasa Keluarga

Hola generasi Z, kalo bahas yang namanya teman pasti kamu udah bisa nyebutin salah satunya di hati generasi Z masing-masing. Iya kan? Yups, teman merupakan orang yang nggak bisa pisah sama kehidupan sosial sehari-hari. Manusia itu butuh yang namanya tempat berinteraksi dan berbagi rasa bukan berbagi pacar yah guys. Banyak juga yang menganggap kalo teman itu ibarat keluarga kedua. Gimana setuju nggak?
Coba generasi Z sebutin satu-satu nama temannya dalam hati biar terpanggil satu sama lain. Siapa tahu kan pertemanan generasi Z udah punya ikatan batin gitu hehehe. Lupakan sejenak, namanya kehidupan pertemanan nggak mungkin dong mulus-mulus aja kayak jalan tol, pasti ada yang namanya drama beda pendapat, rebutan makanan sampai dengan rebutan gebetan. Duh amit-amait ya. Intinya nih kalo udah seperti itu generasi Z harus ada yang menurunkan egonya biar pertemanan yang terjalin bisa bertahan lama. Nggak ada yang salahkan jika mengalah demi kebaikan bersama dan tanamkan juga yah sikap berlapang dada untuk saling memafkan. Karena ini baik buat pertemanan generasi Z semua.
Menurut Weiss dalam Tillmann-Healy (2003), teman itu datang dan berkumpul bersama karena adanya kesenangan, rasa akan kebersamaan, dan afiliasi emosional. Persahabatan menurut Rawlins dalam Tillmann-Healy (2003) “menunjukkan tali efektif (implies affecive ties)”. Pada teman, kita mencari trust (kepercayaan), kejujuran, hormat, komitmen, keamanan, dukungan, kedermawanan, kesetiaan, kebersamaan, keteguhan, pengertian, dan penerimaan. (Rubin dalam Tillmann-Healy)
Yups, benar sekali nih guys. Teman itu banyak karakternya, tinggal gimana generasi Z menyesuaikan sama diri masing-masing. Jadi gimana sih kalo punya teman yang datang pas ada maunya aja nih? Sedikit kesal yah kalo punya teman yang karakternya kayak gini, intinya sih dalam pertemanan nggak mungkin bisa baik gitu-gitu aja. Karena pertemanan itu mempertemukan berbagai macam karakter dan itu tergantung generasi Z gimana caranya menyeimbangkan karakter masing-masing.
That’s why di dalam pertemanan itu ada yang namanya tulus dan saling memahami karakter masing-masing sehingga nggak berpikiran negatif sama temannya sendiri. “Teman itu menurut aku harta yang paling berharga yang dimiliki oleh manusia. Teman juga menjadi tempat untuk mengutarakan segala keluh kesah atau feeling baik itu suka maupun duka. Aku punya temen dekat yang sekarang udah jalan 8 tahunan. Kami berteman sejak duduk di bangku SMA, intinya teman yang baik itu adalah setia, tulus dan respect tanpa syarat apapun.” Ujar Ricky Shandy Setiawan, Putera Indonesia Sumatera Selatan 2018. (syl/fin)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!