Tempat Belajar Sekaligus Wisata

Sungai Lilin – Warga Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba, dan sekitarnya kini punya destinasi baru untuk berwisata. Sejak beberapa bulan terakhir Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang berlokasi di belakang Kantor UPT Dispertan Sungai Lilin, Desa Pinang Banjar, kerap jadi tempat warga menghabiskan waktu.

“Terutama sore hari, banyak anak-anak muda terutama anak-anak sekolah main di sini. Mereka kadang foto-foto atau selfie di sini,” ujar Manajer TTP Sungai Lilin Turino kepada Sumatera Ekspres.

Wajar jika TTP kini menjadi destinasi baru karena fasilitas di sana cukup lengkap serta suasana dan pemandangannya bagus untuk ber-selfie atau wefie ria. Begitu masuk, nuansa taman dengan berbagai macam jenis bunga ada di sana. Kemudian ada fragolo lengkap dengan tanaman merambat yang juga bagus jadi tempat berfoto.

Di sana juga ada inhouse untuk tanaman bawang, lalu ada tiga kolam ikan lele dan nila. Selain itu, ada juga kebun yang ditanami tanaman holtikultura, sayur-sayuran dan buah-buahan, mulai dari cabai, bawang, kacang tanah, mangga, semangka, buah naga, pepaya serta beragam tanaman lain.
Di lokasi yang memiliki luas lahan 10 hektare tersebut juga ditanami tanaman pangan, seperti jagung dan padi. Belum lagi, ada fasilitas pembuatan pupuk organik dan peternakan sapi bagi mereka yang ingin belajar pertanian, peternakan, maupun kolam organik.

“Ini saja belum semua kita manfaatkan, terutama sawah karena ada larangan membuka dengan membakar. Jadi, kita buka lahannya dengan digarap secara bertahap,” tukasnya.

Di sana para pengunjung bisa bersantai di beberapa saung, semacam pondok kayu. Ada juga jembatan yang dicat merah menyala yang bagus untuk spot berfoto. “Pada dasarnya kita adalah tempat untuk mereka yang mau belajar soal pertanian. Jadi mau belajar tanaman sayur, buah, pangan atau tanaman lainnya bisa di sini. Pembuatan pupuk organik, kemudian peternakan dan ikan juga bisa, tapi memang juga bisa jadi tempat wisata, pengunjung bisa berwisata gratis tapi dengan syarat tidak boleh merusak,” kata Turino.

TTP Sungai Lilin berdiri sejak kuartal ketiga tahun lalu. Mereka masih di bawah naungan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Palembang yang ada di bawah Kementrian Pertanian. Proses pembangunan fasilitas dan tanaman, pengairan dan fasilitasnya sudah sebagian besar dibangun. “Tinggal bangun gedung untuk tempat penjualan hasil pertanian kita. Rencananya Agustus nanti, tempat ini akan di-launching, tapi jadwal pastinya belum tahu, kita saat ini masih di bawah BTKP setelah tiga tahun baru diserahkan ke dinas pertanian kabupaten,” tandasnya.

Sejumlah warga sendiri mengaku senang dengan adanya TTP Sungai Lilin. Mereka berharap lebih banyak lagi varietas tanaman terutama untuk taman. “Bagus untuk foto-foto dan piknik. Sayangnya masih baru jadi, tanaman buah banyak yang masih kecil, kita pengennya bisa metik buah di sana,” kata Refli, salah seorang pengunjung asal desa Sukamaju, Babat Supat, yang sengaja datang bersama sejumlah rekannya untuk berfoto. (Kur/lia/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!