Tentukan Tiga Pemain Senior

Luis Milla. Foto: JPG

JAKARTA – Di Asian Games 2018 nanti, khusus untuk cabang olahraga sepak bola, setiap negara diperbolehkan untuk menggunakan tiga pemain senior di atas usia 23 tahun. Pelatih Timnas proyeksi Asian Games, Luis Milla, berencana mengambil jatah tersebut demi memaksimalkan performa tim besutannya.

Pria asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa, pemain senior yang akan membela Merah Putih di Asian Games 2018 nanti, adalah mereka yang dipanggil untuk memperkuat Garuda Muda — julukan Timnas U-23– di turnamen Aceh World Solidarity Cup 2018. “Para pemain senior yang kami panggil ke Aceh nanti, adalah yang terbaik,” kata Milla.

Nah, nama-nama pemain senior yang dipanggil oleh Milla untuk berlaga di turnamen Internasional yang berlangsung di Aceh mulai hari ini sampai 6 Desember mendatang itu, adalah kiper Andritany Ardhiyasa, bek Fachruddin Aryanto serta striker Illija Spasojevic. Mereka sudah bergabung dengan Hansamu Yama dan kawan-kawan di Aceh.

Seperti yang diketahui, dalam even untuk memperingati 13 tahun bencana tsunami Aceh yang terjadi pada 2004 silam itu, Indonesia akan menjalani pertandingan perdananya dengan menjamu Brunei Darussalam, di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Milla berharap, para pemainnya bisa memberikan yang terbaik dalam even tersebut.

Baca Juga :  Ultah Kepulauan Seribu Memicu Semangat Asian Games dan Destinasi Kelas Dunia

“Saya berharap para pemain bisa menerapkan strategi dari pelatih dalam setiap pertandingan. Karena, persiapan yang kami lakukan sebelum tampil di Aceh nanti sudah sangat lama, sepuluh sampai sebelas hari,” papar dia. “Di Aceh nanti, akan menjadi panggung bagi kami untuk melihat pemain mana yang siap untuk diturunkan di Asian Games mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, kiper timnas senior yang dipanggil untuk persiapan Asian Games 2018 mendatang, Andritany Ardhiyasa mengungkapkan, selain bersyukur bisa dipercayakan untuk membela timnas di turnamen Aceh World Solidarity Cup 2018 tersebut, dia juga ingin berpartisipasi aktif dalam peran aksi kemanusiaan.

“Karena bagi saya, sepakbola tidak jauh dari kemanusiaan. Di sepak bola itu ada unsur respect antara pemain,” ucapnya. “Selama di Aceh nanti, selain harus bermain fight untuk mengejar kemenangan, kami pun akan berusaha tampil bagus untuk bisa menghibur masyarakat pencinta sepak bola di Aceh,” timpalnya.

Turnamen yang hanya berlangsung selama empat hari tersebut, diikuti oleh Mongolia, Krygistan Brunei Darussalam dan Indonesia sebagai tuan rumah. Para pemain yang diturunkan oleh masing-masing negara peserta tersebut, rata-rata adalah pemain yang tampil membela negara mereka di Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, Agustus mendatang. (ben/ion)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!