Terapkan Perwali, Jumat Baju Adat

BAJU ADAT- Pegawai Dinas Kebudayaan Kota Palembang mengenakan pakaian adat, Jumat (19/1). Foto: Evan/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Ada yang berbeda pada seluruh pegawai dan staf satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kota Palembang, kemarin (19/1). Terlihat lebih elok dan tradisional, mengenakan pakaian adat Palembang. Ini mulai diterapkan, sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 3 Tahun 2018.
Pegawai laki-laki, memakai baju adat seperti telok belango, dilengkapi tanjak atau kopiah, kain tajung, sandal terompa dan lainnya. Perempuan menggunakan baju kurung, dilengkapi dengan kain jupri, kalung adat, dan selendang. Ada pula yang ditambahi songket.
“Jadi memang ini upaya kita dalam melestarikan budaya dan mencintai budaya Palembang” ujar Wali Kota Palembang H Harnojoyo, kemarin. Dimana sesuai Perwali No 3/2018 tentang Penggunaan Pakaian Adat, wajib bagi pegawai ASN, Non-ASN menggunakan pakaian adat setiap hari Jumat.
Tidak hanya pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Palembang, Harnojoyo, mengatakan, perwali ini juga ditujukan kepada beberapa instansi di Kota Palembang. Seperti di lingkungan BUMN, BUMD, bank milik negara dan swasta, perhotelan, hingga di Bandara SMB II Palembang.
“Karena hari ini hari pertama masih tahap sosialisasi, mungkin masih ada yang belum memakai. Jadi kemungkinan minggu depan sudah bisa diterapkan oleh semua” harapnya.
Di bagian lain, pemberlakuan Perwali No 3/2018 tentang Penggunaan Pakaian Adat, belum terlalu pada penjualan pakaian adat di kawasan Ilir Barat Permai. “Pendapatan masih biasa saja, baru banyak yang ramai datang bertanya-tanya harga,” ujar Anita, pedagang setempat.
Di tempatnya, menjual baju kurung, tanjak, songket serta beberapa jenis pakaian lainnya. Anita mengaku tidak mengetahui saat ini sudah kebijakan tentang penggunaan pakaian adat di hari Jumat. “Saya baru tahu ini. Wajarlah kalau seminggu ini banyak PNS yang bertanya,” tuturnya. (cj11/kos/air/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!