Terbuka Terima Tunjangan Profesi

JAKARTA – Kabar baik bagi 14 ribu lebih guru yang tidak lulus uji kompetensi guru (UKG) atau ujian akhir pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) 2016. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kesempatan UKG ulang tahun ini. Bagi guru yang dinyatakan lulus, berhak mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).
Sesuai jadwal yang beredar, UKG ulang itu digelar pada 25-29 April. Kebijakan menggelar UKG ulang itu tertuang dalam surat Surat Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud terkait program Sertifikasi Guru 2017. Di dalam surat tertanggal 27 Maret 2017 itu dinyatakan, ada dua agenda besar terkait sertifikasi guru tahun ini.
Dari data yang beredar sementara, ada 41.218 orang guru yang akan mengikuti UKG ulang 2017. Dengan demikian mereka berkesempatan untuk mendapatkan tunjangan profesi yang selama ini tertunda.
Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim menyambut baik dibukanya kembali kesempatan bagi para guru itu untuk ikut ujian. ’’Sehingga hak mereka untuk mendapatkan TPG tidak tertutup,’’ katanya saat dihubungi kemarin (28/3). Ramli mengatakan waktu beberapa bulan terakhir ini diharapkan dijadikan momentum belajar para guru, sehingga lebih siap menghadapi UKG ulangan.
Ramli menceritakan pada ujian akhir atau UKG PLPG 2016 lalu banyak guru yang tidak lulus karena nilai minimal kelulusan dipatok 80 poin. Menurut dia ada pihak yang merasa nilai minimal kelulusan 80 itu terlalu tinggi. Namun bagi Ramli nilai itu wajar dan sebuah keniscayaan. Apalagi jika berhasil menggapai angka itu, guru diganjar pemberian tunjangan profesi.
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan sampai sekarang Kemendikbud belum menetapkan syarat nilai minimal kelulusan UKG 2017. Terkiat dengan nilai minimal 80 poin itu, Pranata mengatakan sebagai nilai minimal kelulusan sertifikasi. Nilai minimal 80 poin itu adalah syarat untuk lulus program sertifikasi guru. Menurutnya nilai 80 poin itu wajar, karena guru ke depan dituntut untuk memiliki kompetensi dan profesionalisme tinggi.
Wakil Ketua Komisi X (Pendidikan) DPR Ferdiansyah menyoroti selama ini ujian kompetensi guru (UKG) belum terlihat signifikan untuk peningkatan kualitas guru. Sebab, tunjangan yang diberikan untuk guru diduga kuat belum dipergunakan untuk peningkatan kemampuannya. ”Tunjangan tidak linier dengan kualitas,” ujar dia. (wan/jun/nan

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!