Terdakwa Kasus Pembunuhan di Diskotek Golden Star Kampung Baru Sangkal BAP

Ilustrasi

PALEMBANG-Terdakwa Nik, kasus pembunuhan Darmansyah di Diskotek Golden Star di Kampung Baru menolak beberapa poin Berkas Pemeriksaan Acara (BAP) Polisi. Di antaranya, mencabut pisau lalu menusuk korban dan ia merasa tidak membawa sajam.

Menurut Nik, selama pemeriksaan dirinya merasa diintimidasi oleh polisi. Selama pemeriksaan, ia tidak didampingi pengacara dan pemeriksaan pun dilakukan ramai-ramai oleh anggota kepolisian. “Aku ngomong kenapo yang ditulis beda dengan keterangan yang ada. Tapi uji polisi itu tanda tangan bae,” katanya di hadapan majelis hakim Yosni SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Habibi SH di PN Palembang, Senin (16/4).

Atas keterangan terdakwa, majelis hakim mengimbau agar terdakwa memberikan keterangan yang sejujurnya. “Berikanlah keterangan yang benar, nanti semua akan terungkap di persidangan sesuai dengan bukti yang ada,” kata Yosni.

Jangan sampai, kata dia, terdakwa memberikan keterangan bohong yang akan memberatkan terdakwa sendiri. Apalagi, kata dia, pada berkas ini sudah terdapat paraf terdakwa. “Kalau semua ini tidak benar kenapa saudara tanda tangan,” tukasnya.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Wawan SH mengatakan kliennya ditangkap di jalan oleh polisi. Kliennya langsung dibawa ke mobil kemudian dipukul dan dalam perjalanan dirinya ditembak oleh anggota kepolisian sebanyak dua kali di kaki kiri dan kanan lalu dibawa ke RS Bhayangkara. “Dia tidak tahu alasannya ditembak, diamankan dan dimasukkan dalam mobil kemudian ditembak,” ungkap dia.

Diketahui, pada akhir tahun 2017 lalu, terjadi cekcok mulut di Diskotek Golden Star pukul 2.30 WIB. Pada perkelahian tersebut menewaskan Darmansyah. Korban langsung tumbang dan dilarikan ke RS Myria. Ternyata nyawa korban tidak terselamatkan dan menghembuskan napas terakhir. (yun/lia/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!