Terlalu Ringan, Jaksa Ajukan Banding

Terdakwa Rani Arvita saat mendengarkan vonis hakim. Foto: Adi/Sumatera Ekspres

PALEMBANG- Merasa vonis yang diberikan majelis hakim yang diketuai Paluko Hutagalung SH, terhadap terdakwa Rani Arvita terkait dugaan gratifikasi kasus sengekta lahan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang selama 2 tahun dan denda Rp 100 juta subsider sebulan terlalu rendah, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Iskandarsyah Alam SH mengajukan upaya hukum banding terhadap putusan tersebut.

“Kita merasa vonis itu terlalu rendah. Bahkan tidak sampai 2/3 dari tuntutan yang kita ajukan selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan. Belum lagi, pasal yang diterapkan juga berbeda. Kalau kita menjerat dengan pasal 12 huruf (a) UU Tipikor, tapi hakim menggunakan pasal 11 UU Tipikor. Atas hal itu, kita ajukan memori banding,” kata Iskandarsyah Alam SH ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Senin (20/11) siang.

Selain itu, untuk pengajuan memori banding sendiri, ditegaskannya sudah dilakukan pihaknya sejak hari Kamis (16/11) lalu. Apalagi waktu yang diberikan oleh majelis hakim untuk upaya banding hanya 7 hari dari vonis dibacakan.

“Sudah kita serahkan,” tegasnya. (afi)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/11). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!