Terlibat Illegal Loging, Bos Kayu Ditahan

Penyidik Kejati memeriksa berkas penyidikan terkait barang bukti. Foto: Adi/Sumatera Ekspres

PALEMBANG- Diduga ikut terlibat dalam illegal loging atau pembalakan liar dan pengerusakan hutan, pimpinan UD Ratu Cantik, Rafik bin Tohir akhirnya secara resmi dimasukkan ke tahanan oleh penyidik tindak pidana umum (Pidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Selasa (21/11).

Atas perbuatannya tersebut, tersangka diancam dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda maksimal Rp 15 miliar. Untuk tersangka dijerat dengan Pasal 87 ayat 1 atau ayat 4 juncto Pasal 12 huruf k, i, dan m UU No 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan.

“Berdasarkan ketentuan Pasal 39 di atas dan untuk mempercepat penyelesaian perkara perusakan hutan, penuntut umum Kejati Sumsel melakukan penyidikan untuk melengkapi berkas perkara. Dan telah ditetapkan tersangka atas nama Rafik dan langsung kita tahan, di Rutan Klas 1 Pakjo,” jelas Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sumsel, Reda Mantovani SH yang ditemui koran ini di ruang kerjanya, Selasa (21/11). (afi)

Diungkapkan Reda, kasus ini berawal 8 Maret 2017 ketika petugas dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendapatkan informasi terkait adanya kayu keluar dari kawasan Hutan Lalan melalui Sungai Merang. Atas informasi tersebut, tiga polisi kehutanan lalu mengecek lokasi dan menelusuri arah kayu itu, yang diketahui diantarkan ke sawmil (tempat pemotongan) milik perusahaan UD Ratu Cantik. (afi)

Baca selengkapnya d Harian Sumatera Ekspres Rabu (22/11). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!