Teror Menit Krusial

Alberto Goncalves. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Musim 2016, terbilang periode buruk Sriwijaya FC bagi Sriwijaya FC kala bertemu Semen Padang. Dua kali bertemu, Tim berjuluk Laskar Wong Kito dipecundangi Kabau Sirah 1-2 dan imbang 1-1. Dari dua kekalahan tersebut, Yu Hyun Koo Cs, selalu kecolongan di menit krusial. Yakni 15 menit pertama, dan 15 menit menit terakhir.
Namun pada laga perdana Liga 1 musim ini Sriwijaya FC kecolongan lagi saat bertandang ke markas Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim Padang malam ini (Siaran langsung TV One pukul 18.30 WIB). Alberto Goncalves dan kawan-kawan siap meredam agresifitas tim berjuluk Kabau Sirah, terutama pada menit khrusial.
“Benar, 15 menit awal dan 15 menit akhir paling berbahaya. Kita pernah merasakannya musim lalu. Terutama dari second line mereka yang sangat cepat. Tetapi kita sudah lakukan persiapan, termasuk mengantisipasi ledakan permainan mereka pada menit krusial,” ujar Hartono Ruslan, asisten pelatih Sriwijaya FC, kemarin (16/7).
Pertahan jadi perhatian Sriwijaya FC, terlebih duet Yanto Basna dan Firdaus Ramadhan memang terbilang baru dipertemukan awal musim ini. Hengkangnya bek utama Fahrudin Aryanto dan Mauricio Leal, memang memaksa Sriwijaya FC sedikit harus memadukan duet Basna dan Firdaus.
“Tetapi Yanto dan Firdaus, sudah bagus sekarang. Mereka sudah saling paham satu sama lain. Yang penting besok (hari ini, red) mereka harus fokus, jangan buat cela sedikit pun untuk pemain depan mereka masuk ke pertahanan,” tegasnya.
Pelatih Oswaldo Lessa, mengatakan, jika pekerjaan rumah yang dipikul awal musim ini paling berat. Karena langsung disuguhkan, duel panas sarat emosional pada Derby Andalas. “Tetapi saya senang berada di Sriwijaya, senang kembali ke Indonesia, mereka menerima dengan baik saya. Untuk di Padang, kami haya menjaga kondisi saja. Karena persiapan sudah dilakukan di Palembang,” ungkapnya.
Soal target, Oswaldo ogah muluk. Dia tetap mematok anak asuhnya harus mampu pulang dengan membawa tiga poin, dan setidaknya satu poin dari Padang. “Target jelas ingin meraih poin, saya tidak terpengaruh ada beberapa pemain lawan yang katanya akan absen,” ungkapnya.
Mantan pelatih Persipura Jayapura ini juga sadar kekuatan Semen Padang sangat solid tanpa ada banyak perombakan setiap musim. Terlebih tim asuhan Nilmaizar ini sangat kuat bermain di kandang. “Saya tahu kekuatan Semen Padang. Kita lihat saja hasil besok (hari ini, red),” ungkap mantan pelatih Persipura itu.
Pemain Muda Sriwijaya FC Manda Cingi tak gentar walaupun bermain di kandang lawan. Dia siap kerja keras apabila harus membayar lunas tiga poin perdana nanti. “Kami ke Padang bukan untuk jalan-jalan. Jadi seluruh pemain siap kerja keras untuk meraih poin,” ucapnya.
Semen Padang sendiri mengalami krisis pemain belakang. Setidaknya tiga pemain belakang Semen Padang diragukan tampil, yaitu Boas Atururi (cedera engkel), Cassio Fransisco de Jesus dan Handi Ramdan yang kebugarannya masih diragukan.
Selain itu, Semen Padang juga dipastikan masih belum bisa memainkan gelandang asal Korea Selatan (Korsel), Ko Jae Sung karena cedera tulang fibula yang didapatnya pada laga ujicoba kontra PS TNI, pada Rabu (5/4).
“Selain Ko Jae Sung dan Boas, Cassio Fransisco de Jessus juga akan absen pada pertandingan besok, karena cedera,” kata Pelatih Kepala Semen Padang, Nilmaizar pada konferensi pers jelang pertandingan di kantor PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), kemarin (16/4).
Meski tanpa empat penggawanya, mantan pelatih Timnas Indonesia pada Piala AFF 2012 itu mengku tetap optimis untuk bisa memenangkan laga perdana nanti. “Cedera pemain tidak harus dijadikan kendala berarti, kami harus bermain sebagai tim dan tidak meremehkan Sriwijaya FC,” kata Nilmaizar
Pelatih asal Payakumbuh itu menjelaskan, laga perdana selalu krusial bagi setiap tim. Karena itu, kemenangan adalah hal yang wajib untuk bisa meningkatkan mental pemain menghadapi laga berikutnya. “Sriwijaya adalah tim bagus, namun dengan memaksimalkan kualitas semua pemain, kami yakin memenangkan pertandingan besok,” lanjut pelatih flamboyan itu.
Hal lain yang patut menjadi perhatian serius pasukan Indarung, sebutan lain Semen Padang adalah sosok tiga mantan punggawa Kabau Sirah yang kini “membelot” ke tim tetangga, yaitu Yu Hyun Koo, Airlangga Sucipto, M Nur Iskandar. Khusus Nur, kepindahannya ke Sriwijaya FC menjadi kehilangan cukup besar bagi Semen Padang. Karena, pemain asal Papua itu tercatat sebagai raja assist Semen Padang pada turnamen jangka panjang, Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 musim lalu. Menanggapi beberapa eks penggawa Semen Padang yang kini berseragam Sriwijaya FC, Nilmaizar mengaku tidak akan melakukan penjagaan khusus. Sedangkan terkait kondisi tim yang mungkin cukup diketahui Nur, pelatih berlisensi A AFC itu berharap Nur tidak sepenuhnya mampu membaca kekuatan lini belakang timnya. (cj11/(cr18/y/nan/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!