Tertipu Beli Tanah, Mantan Sekda Lapor Polisi

PRABUMULIH – Banyak terjadinya kasus sengketa dan penipuan jual beli lahan hendaknya membuat masyarakat lebih waspada. Jika tidak, bisa-bisa bermasalah di kemudian hari. Seperti dialami, H Ahmad Sobri (63), warga Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Prabumulih itu kemarin (12/10) melaporkan kasus penipuan pembelian tanah ke SPKT Mapolres Prabumulih dengan terlapor, M Ilyas SE (45), warga Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur.
Diduga terlapor telah melakukan tindak pidana penipuan lantaran menjual tanah seluas 20×15 yang ada di kawasan Cambai dengan surat pelepasan hak ganda. Akibatnya, korban tidak dapat mengurusi sertifikat tanah ke BPN dan mengalami kerugian belasan juta rupiah.

Menurut Sobri, pada 11 Agustus 2008, terlapor mendatanginya untuk menjual tanah kavlingan. Setelah melihat lokasi tanah, keduanya lalu menyepakati harga sebesar Rp15 juta dan dibayar dengan cara dicicil. “Setelah lunas, saya diberikan surat pelepasan hak atas tanah dari dia (terlapor),” ujar Sobri.

Namun, surat pelepasan hak atas tanah yang diberikan terlapor ternyata ganda. Hal itu diketahui Sobri saat akan mengurus sertifikat tanah miliknya. Ia pun sudah mencoba beberapa kali menghubungi terlapor untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Namun, lantaran tidak ada itikad baik, dirinya memilih menempuh jalur hukum.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Prabumulih, AKP Eryadi Yuswanto SH MH mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut dengan meminta keterangan korban. “Korban sudah kami BAP. Kejadian ini masih dalam penyelidikan kami,” pungkasnya. (kos/vin)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!