Tetap di Pelatnas tapi Ditangguhkan Jadi PNS

Joko Pramono, Wakil Ketum PB PABBSI di Media Center Kemenpora didampingi Sesmenpora Gatot Dewa Broto Rabu (31/1). Foto: Kumaidi/Sumatera Ekspres

JAKARTA – Deni, atlet angkat besi peraih emas SEA Games Malaysia 2017 kelas 69 kg yang alami masalah retak rumah tangga akibat hadirnya pihak ketiga, dipertahankan menghuni pelatnas Asian Games 2018.

Putusan ini diambil setelah Kemenpora bertemu perwakilan Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Joko Pramono di Kantor Kemenpora Rabu (31/1). Alasan Deni dipertahankan karena lifter kelahiran Bogor 26 Juli 1989 itu berpotensi sumbang emas di Asian Games XVIII pada 18 Agustus-2 September 2018 nanti.

“Deni ini kuda hitam emas di Asian Games 2018. Kita punya 3 orang yang jadi kuda hitam medali Asian Games. Salah satunya ya, Deni. Kami tegaskan ke Deni, jika latihan kacau gara-gara masalah keluarga maka kamu korban dua kali. Untungnya dia fokus latihan,” ungkap Joko Pramono, Wakil Ketum PB PABBSI di Media Center Kemenpora didampingi Sesmenpora Gatot Dewa Broto Rabu (31/1).

Dijelaskan Joko, Deni merupakan lifter satu kelas dengan Triyatno, peraih perak Olimpiade London 2012, yakni 69 kg. Kans Deni meraih emas terbuka menyusul diskors-nya China dan Kazakhstan di cabang olahraga ini.

“Jadi harapan kita tinggi kepada Deni di Asian Games nanti. Tapi bukan berarti jika Cina dan Kazakhstan main kita tertutup medali. Jangan pernah takut-takuti atlet dengan lawan yang sulit ditaklukkan,” ingat Joko. (kmd)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Kamis (1/2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!