Tetap Semangat Tanpa Beban

Esteban Vizcarra. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Bertengger pada posisi 12 bukan suatu tempat ideal bagi Sriwijaya FC. Apalagi klub berjuluk Laskar Wong Kito ditargetkan finis tiga besar klasemen akhir Liga 1 2018.
Nah, kemenangan setiap pertandingan akan sangat dibutuhkan Yu Hyun Koo dan kawan-kawan. Tidak terkecuali hadapi Madura United pada laga ke-20 Liga 1, sore ini (live Indosiar, pukul 15.30 WIB). Meskipun, kali ini akan kembali main di tempat netral Stadion Haji Agus Salim, Padang. Itu setelah Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, harus steril untuk persiapan cabang olahraga sepak bola wanita Asian Games XVIII-2018, 18 Agustus-2 September nanti.
“Kalau pegang tim, tentu harus optimistis. Saya yakin anak-anak dengan semangatnya bisa mengamankan poin,” ungkap Subangkit, pelatih kepala Sriwijaya FC, usai uji coba lapangan, kemarin (10/8). Kerja keras harus dilakukan mantan pelatih PSIS Semarang ini. Untuk tidak hanya mempertahankan target tim di awal musim. Tetapi juga untuk menyatukan visi pemain yang sempat terganggu beberapa waktu lalu.
Hengkangnya Pelatih Kepala Rahmad Darmawan, staf pelatih dan delapan pemain “bintang” tak dipungkiri membuat klub kebanggaan masyarakat Sumsel goyang. Bangkit, sapaan akrabnya, mengungkapkan dirinya tak terlalu memaksakan pemain untuk cepat beradaptasi dengan skema yang akan diterapkannya.
Namun ia senang dengan progres yang terlihat dalam latihan, setelah dikalahkan Persib Bandung 0-2 di Bandung, (4/8). “Pengertian antarlini cukup penting bagi para pemain agar bisa memaksimalkan setiap peluang dan membaca permainan lawan,” tambah pria asal Pasuruan, Jawa Timur ini.
Apalagi lawan yang dihadapi kali ini Laskar Sape Kerab, julukan Madura United, berada di peringkat empat klasemen sementara. Begitu juga deretan pemain lawan yang di atas kertas lebih diunggulkan. Ada Zah Rahan Krangar, Greg Nwokolo, dan pemain anyar asal Irak, Milad Zayenedpour.
Namun pria kelahiran, 29 November 1959 ini optimistis menatap laga petang ini. Meski Sriwijaya FC tak diperkuat Marckho Meraudje dan Bio Paulin yang izin. Marckho sedang mengurus pertunangan dan akan melepas masa lajang, sementara Bio izin menyelesaikan urusan.
Laga ini menjadi laga terakhir sebelum libur satu bulan pada Asian Games nanti. “Target utamanya memang progres anak-anak dan kekompakan tim, tapi di luar itu kita berharap bisa dapat poin lagi kali ini,” tegas Subangkit yang semasa jadi pemain berposisi sebagai bek ini.
Bukti optimisme itu disampaikan oleh salah satu penggawa Laskar Wong Kito, Ahmad Fariz. Ia diplot menggantikan posisi Marckho. Pemain jebolan Sriwijaya FC U-21 ini yakin dengan semangat rekan-rekannya untuk mengamankan poin kali ini. “Semoga kembali menang dan memberi poin bagi tim kita. Karena kami pemain semangat untuk pertandingan besok (hari ini, red),” ujarnya.
Di sisi lawan, pelatih Gomez de Olivieira berharap anak asuhnya memaksimalkan laga kali ini. Bermain di tempat netral, tentu tidak ada tekanan maksimal dari suporter. Sehingga Zah Rahan dan kolega bisa bermain lepas.
Pertemuan sebelumnya, dimana Madura berhasil mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 3-0 pada paruh pertama jadi acuan bagi Gomez untuk membawa pulang tiga poin. “Tentu sangat menguntungkan main di tempat netral. Tapi Sriwijaya FC tetap harus diwaspadai karena mereka masih punya pemain yang berkualitas,” tukasnya. (aja/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!