Tiba di Lahat, Peserta GPN Diterima Aswari

Aswari Rivai (topi hitam) saat mengikuti GPN di Lahat. foto: iwan irawan sumeks.co.id

LAHAT – Potensi wisata di Lahat sangat banyak. Namun, masih butuh perhatian dan sentuhan pemerintah. Ini dikatakan Budi Yakin, satu dari 15 peserta Gowes Pesona Nusantara (GPN) 2017.

“Wisata harus dikembangkan, saya sempat bercerita bersama pencinta rafting. Di sini banyak sekali megalit, air terjun,” kata Budi, Jumat (21/7).

Untuk diketahui, Rabu lalu para petualang sepeda ini tiba di Bumi Seganti Setungguan.

Nah selama di Lahat mereka di ajak berkeliling objek wisata. Kemarin Jumat (22/7) rombongan meninggalkan Lahat.

Bupati Lahat Aswari Rivai yang melepas peserta GPN, juga mengakui begitu banyaknya aset pariwisata yang dimiliki Kabupaten Lahat. Meski belum maksimal dikembangkan.

“Ratusan air terjun, paralayang, rafting, bahkan kita memiliki bengkel kereta api terbesar dan tertua di Indonesia, setelah Madiun,” ungkapnya.

Di sisi lain, Aswari mengajak masyarakat Kabupaten Lahat gemar berolahraga, salah satunya bersepada. Apalagi olahraga satu ini merupakan olahraga tidak asing bagi semua kalangan. “Sepeda itu kita kenal dari kecil, tidak ada yang tidak kenal sepeda,” katanya.

Peserta GPN ini terdiri delapan wanita dan tujuh pria yang telah menempuh jarak 2.800 km untuk mengkampanyekan Ayo Berolahraga. Perjalanan dimulai dari titik 0 Indonesia, Sabang pada 13 Mei lalu. Setiap kota yang dilalui, atlet mengambil tanah serta air.

Baca Juga :  Jembatan ini Dicoret Pelajar usai Kelulusan

Hal tersebut akan digunakan untuk membuat monumen berbahan air dan tanah dari seluruh penjuru nusantara yang akan didirikan di Gunung Tidar Magelang bertepatan pada Hari Olahraga Nasional. Perjalanan panjang yang akan berakhir di Kota Magelang pada 9 September 2017, atau menyelesaikan perjalanan sepanjang 5.000 km. (irw)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!