Tidak Maksimal karena Tergesa-gesa

Piala Presiden: Pesepakbola SFC,Hamka hamzah tendagan sALTO, BERSAMA wangai, dihalangi bek Bali United, Bruno Costa, dan AHN Byungkeon lanjutan Semi Final leg pertama Piala Prsiden (10/2) di Stadion Gelora Sriwijaya jakabaring, Palembang. Foto : Evan Zumarli/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Sriwijaya FC gagal menabung gol. Pada laga semifinal leg pertama Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Siwijaya, Jakabaring, tadi malam (11/2), klub berjuluk Laskar Wong Kito bermain imbang 0-0 (0-0) atas tamunya Bali United.

Hasil imbang ini jelas menjadi kerugian bagi klub kebanggaan masyarakat Sumsel. Sebab, pada semifinal leg kedua Hamka Hamzah dan kawan-kawan harus menjalani laga tandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (14/2) nanti.

Serdadu Tridatu –julukan Bali United- punya catatan manis main di Pulau Dewata –julukan Bali-. Pada babak penyisihan grup, anak asuh Widodo Cahyono Putro ini selalu menang dan mendapatkan poin sempurna sebagai bekal melaju ke perempatfinal. Dimulai dengan menjungkalkan Borneo FC 3-2 (19/1), lanjut tundukkan PSPS Riau 3-2 (24/1) serta hajar Persija Jakarta 3-2 (29/1).

Namun bukan berarti peluang skuat Jakabaring tertutup untuk meraih tiket final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, (17/2) nanti. Asal jangan kalah pasukan Rahmad Darmawan cukup menahan imbang 1-1, 2-2 dan seterusnya sudah bisa melaju ke partai puncak Piala Presiden edisi III ini. Jika laga juga berkesudahan dengan skor kacamata maka akan dilanjutkan dengan adu penalti.

“Kita harus berlari lebih kencang dan memaksimalkan pertandingan di Bali nanti. Mungkin akan ada sedikit perubahan strategi, namun tetap kita siapkan antisipasi dari permainan mereka,” kata Rahmad Darmawan pelatih kepala Sriwijaya FC usai laga.

Baca Juga :  Bukan Mission Impossible

Mantan juru taktik Arema Malang dan Persipura ini mengungkapkan jika anak asuhnya telah bekerja keras dengan melakukan pressing. Tidak memberi ruang Bali United sehingga Ilija Spasojevic bersama kolega tak mampu mengembangkan permainan sepanjang 90 menit pertandingan.

RD ,sapaan beken Rahmad Darmawan, mengapresiasi anak asuhnya yang telah berjuang secara maksimal. Dia bahkan menyebut dari limapertandingan resmi yang dilakoni, pertandingan melawan Bali United merupakan penampilan terbaik mereka. Dirinya bangga dan tetap berharap konsistensi ini akan terus terjaga.

“Dari segi cara bermain, malam ini (tadi malam, Red) sudah sangat baik. Namun memang faktor keberuntungan dan ketergesa-gesaan sehinggaank-anak tidak bisa maksimal mengatur tempo. Kita berharap nanti lebih tenang sehingga bisa maksimalkan poin di Bali,” harap pelatih asal Metro, Lampung ini.

Secara umum, kondisi pemain masih tak terkendala. Meskipun Syahrian Abimanyu sempat ditarik keluar lapangan di tengah pertandingan. Dokter tim El Amin menjelaskan jika dengkul kanan pemain 18 tahun itu hanya terkena benturan.

“Mudah-mudahan nanti bisa dimainkan pada leg kedua. Begitu juga yang lain, karena memang tidak terkendala. Kita berharap lebih baik lagi di pertandingan nanti,” ujarnya.

Sementara itu Adam Alis, gelandang enerjik yang ditarik keluar bersama Alberto Goncalves di penghujung pertandingan sedikit menyesalkan. Klub double winner edisi 2007/2008 ini telah bermain maksimal dan berhasil mengurung Bali United.

Baca Juga :  Emosi Essien

Hanya saja keberuntungan belumberpihak sehingga banyak peluang tersia-siakan. “Kita harus balas di Bali,karena saya pikir kita tadi telah bermain bagus. Hanya memang belum beruntung saja,” timpal mantan pemain Arema FC ini.

Pada pertandingan yang dipimpin wasit Oki Dwi Putra disaksikan langsung oleh 22.000 pasang mata dalam stadion. Sesuai dengan jumlah tiket yang berhasil terjual. Maruarar Sirait Ketua Steering Commitee Piala Presiden 2018 mengaku bangga dengan Panitia Pelaksana di Palembang.

“Dengan mengumpulkan uang penjualan tiket Rp924 juta. Memberikan kesempatan pada 149 pedagang kaki lima dan 212 pedagang asongan. Sudah sesuai harapan kita selaku panitia untuk memberdayakan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Kedepan, ia berharap akan bisa terus menggelar kegiatan serupa dengan dukungan dari tuan rumah yang luar biasa seperti di Palembang.

Di sisi lain Bali United berhasil menahan imbang di kandang tidak lepas dari startegi Widodo Cahyono Putro dan Hans Peter Schaller yang bermain dengan pola bertahan.
Dalam pertandingan kemarin, kedua pelatih mengandalkan formasi 3-5-2 dengan Ahmad Agung — Ahn Byung Keon — Demerson di lini belakang.

Wawan Hendrawan di mistar gawang juga tampil apik dengan menghalau tiga tembakan yang mengarah ke gawangnya. Hans Peter Schaller usai pertandingan mengatakan bahwa anak asuhnya tampil dengan semangat tinggi.

Nick Van Der Velden dkk tampil tak kenal lelah melawan gempuran tuan rumah. “Sriwijaya terus menekan kami sejak menit awal. Tapi pemain kami bermain fantastis dan tak kenal lelah. Kami beruntung bisa menahan imbang Sriwijaya dan kami senang dengan hasil kali ini. Kami siap melawan mereka di Bali,” bebernya.

Baca Juga :  Bandara Ditutup, 445 Penerbangan Tertunda

Disinggung mengenai strategi bertahan yang diterapkan kemarin, Peter Schaller mengungkapkan bahwa inilah strategi terbaik untuk melawan agresifitas Sriwijaya FC di kandangnya sendiri. Apalagi di pertengahan babak kedua, Hamka Hamzah berubah menjadi penyerang untuk membantu serangan. Sebab, Sriwijaya FC mengubah pola serangan dari one two pass menjadi serangan umpan silang.

Dalam pertandingan kemarin, ada setidaknya delapan sampai sembilan pemain di lini pertahanan Bali United. Dia mengungkapkan inilah sepakbola modern. “Semua pemain harus bisa bertahan dan menyerang sama baiknya,” ucapnya.

Untuk menghadapi Laskar Wong Kito di leg kedua, pelatih asal Austria ini masih akan melihat perkembangan pemain usai menghadapi Yangon United Selasa besok (13/2). Disisi lain, Wawan Hendrawan mengaku hasil imbang ini patut disyukuri. Menurutnya, akan lebih mudah untuk melawan Sriwijaya FC di kandang sendiri.
“Kami mempersiapkan diri untuk tidak kebobolan,” terangnya. Disinggung apakah dia akan bermain di dua pertandingan terakhir nanti, menurutnya itu semua tergantung pelatih. “Saya tidak bisa menolak dan semua tergantung pelatih. Kalau misalnya saya cedera baru saya tidak bisa bermain. Saya siap,” tutupnya. (aja/ion)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!