Tidak Mengerti Arti KRS, SKS dan KHS

SIDANG- Suasana sidang kasus dugaan ijazah palsu di PN Kayuagung, Kamis (11/1). Foto: Nisa/Sumatera Ekspres

KAYUAGUNG- Sidang lanjutan perkara dugaan ijazah palsu dengan melibatkan oknum anggota DPRD OKI, AH sebagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri Kayuagung, Kamis (11/1).

Sidang yang digelar di Ruang Sidang Utama PN Kayuagung tersebut memasuki agenda pemeriksaan terdakwa terkait penggunaan ijazah palsu.

Majelis hakim yang diketuai Bambang J Winarno bersama dua hakim anggota RA Asri Ningrum dan Irma Nasution dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Beny Wijaya dan Niku dibuka sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam keterangannya, terdakwa AH mengaku bahwa dirinya telah menjadi mahasiswa di Perguruan tinggi Universitas Azzahra Jakarta sejak tahun 2006 lalu yang dimulai dari
semester I tahun 2006.

Namun anehnya, meskipun berdalih masuk universitas Az Zahra Jakarta sejak tahun 2006
lalu, tetapi terdakwa tidak pernah mengisi Kartu Rencana Study (KRS) untuk setiap semestarnya bahkan AH juga tidak mengerti apa itu SKS (Sistem Kredit Semester) dan KHS (Kartu Hasil Studi).

“Jika dalam setiap semesternya tidak mengisi KRS, apakah dalam setiap semesternya terdakwa menggunakan sistem SKS,” tanya ketua majelis Hakim.

Pertanyaan yang sangat umum bagi setiap orang yang pernah menjadi mahasiswa tersebut
membuat terdakwa kaget. Pasalnya terdakwa justru tidak bisa menjelaskan dan menjawab
pertanyaan hakim. (uni)

Baca Juga :  Palsukan Ijazah, Kades Ditetapkan Tersangka

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (12/1). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!