Tidak Tentukan Kuota

PALEMBANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah tidak mengajukan kuota tambahan untuk mahasiswa baru penerima beasiswa biaya pendidikan mahasiswa miskin berprestasi (bidikmisi).
Menurut Wakil Rektor I UIN Raden Fatah, Dr Ismail Sukardi MAg, bersama Ketua Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (Pustitd), Fahrudin MkoP, dan Kepala Biro Administrasi Akademik Kerja Sama dan Kemahasiswaan (AAKK), Wirman Fasta SAg MSi, wewenang penambahan kuota bidikmisi menjadi kebijakan pemerintah, yakni Kementerian Agama (Kemenag) RI. “Tidak bisa diusulkan. Khusus bidikmisi, hanya menerima,” tegasnya.
Dijelaskan, pada 2017, UIN Raden Fatah Palembang menerima kuota bidikmisi sebanyak 165 mahasiswa. Khusus 2018, belum bisa dipastikan apakah akan bertambah atau tidak. Sebab sejauh ini, belum ada edaran resmi dari pemerintah pusat.
“Mahasiswa penerima bidikmisi baru bisa mengusulkan (mendaftar) setelah dinyatakan lulus. Mekanisme ini berbeda dengan perguruan tinggi lain. Misalnya, Universitas Sriwijaya (Unsri), di mana calon mahasiswanya mendaftar sendiri ke pusat,” terangnya lagi.
Saat ini, pihaknya masih fokus menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru (PMB) melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), seleksi prestasi akademik nasional perguruan tinggi keagamaan negeri (SPAN-PTKIN), ujian masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (UM-PTKIN), dan ujian seleksi mandiri (USM). “Mereka yang lulus jalur ini, keculai jalur USM, dipersilakan mendaftar bidikmisi, sesuai syarat dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat,” cetusnya.
Diketahui, total kuota disediakan sebanyak 3.710 mahasiswa untuk 5 jalur tersebut, yang akan disebar ke-9 fakultas dan 37 program studi. “Untuk jalur UM, UIN Raden Fatah Palembang menerima calon mahasiswa, baik peminat prodi keagamaan maupun umum. Kuota mahasiswa yang akan diterima di jalur UM, maksimal 30 persen, sebagaimana aturan Kemenristek Dikti,” jelasnya.
Jadwal pendaftaran SNMPTN, 21 Februari-6 Maret 2018, dengan pengisian verifikasi PDSS, dimulai 13 Januari-10 Februari 2018. “Pengumuman hasil seleksi, 17 April 2018,” terangnya.
Khusus jalur SPAN-PTKIN, pengisian PDSS 30 Januari-24 Februari 2018, verifikasi PDSS 2 Februari-3 Maret 2018, pendaftaran 1 Maret-29 Maret 2018, proses seleksi tahap pertama 9-14 April 2018, tahap dua 18-25 April 2018, dan pengumuman hasil seleksi 1 Mei 2018. “Proses verifikasi atau pendaftaran ulang di PTKIN, masing-masing bagi yang lulus seleksi, 22 Mei 2018,” urainya. (nni/nan/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!