Tindak Tegas Penyelundup Satwa Langka

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggencarkan upaya penegakan hukum terhadap tindak kejahatan penyelundupan satwa liar dilindungi dari berbagai wilayah di Maluku dan Papua.

Kepala Balai Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Wilayah Maluku dan Papua AG Marthana mengatakan, tim penyidik telah mempersiapkan berkas tuntutan terhadap tersangka WJM (43). Seorang pria berkebangsaan Amerika Serikat yang kedapatan akan menyelundupkan ratusan satwa liar dalam kondisi diawetkan (opsetan) ke luar Indonesia.

“Berkas dan barang bukti segera dilipahkan ke Kejaksaan Tinggi Papua. Penyerahan akan kami lakukan setelah hari raya Idul Fitri,” kata Marthana kemarin (10/6). Marthana mengatakan, operasi yustisi telah dilakukan pada awal tahun lalu. Itu adalah bagian dari penegakan hukum untuk melindungi sumber daya alam di wilayah kerja Balai Gakkum Maluku Papua.

WJM tertangkap tangan di Bandara Sentani pada Januari lalu. Saat itu, dia mencoba menyelundupkan ratusan opsetan satwa dilindungi. Dari penangkapan tersebut, KLHK menyita dua opsetan tikus, satu opsetan kuskus, 34 lembar kulit satwa mamalia, lima lembar kulit reptil, serta 220 opsetan burung berbagai jenis.

Atas kejahatan itu, penyidik menetapkan WJM sebagai tersangka dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. WJM dijerat dengan Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pasal 21 ayat 2 guruf b, c, dan d juncto pasal 40 ayat 2. (tau/oki)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!