Tinggal 203.909 Penduduk Belum Rekam

UNTUK keperluan penetapan DPS dan DPT Pileg-Pilpres 2019, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumsel telah menyerahkan data kependudukan sejak Desember 2017 lalu. Data itu termasuk prediksi jumlah penduduk yang wajib mencoblos saat April 2019 mendatang.
“Data kependudukan sudah kami berikan ke pusat (Kementerian Dalam Negeri, red) Desember 2017. Tinggal saat ini kami mengejar pembuatan e-KTP nya saja,” ujar Kepala Disdukcapil Sumsel, Drs Reinhard kepada koran ini, kemarin (19/8).
Pria yang akrab disapa Ucok ini menjelaskan, data kependudukan juga terus diperbarui setiap hari. Termasuk jika ada calon pemilih yang meninggal, pindah tempat tinggal, ataupun perubahan data lainnya. Sehingga saat pelaksanaan Pemilu, KPU selaku penyelenggara tinggal melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit) di lapangan.
“Hanya saja, kendala kami saat ini masih banyak warga belum sadar administrasi kependudukan. Misal, salah seorang anggota keluarga mereka meninggal, tidak ada yang melaporkan,” jelasnya. Kadang anggota keluarga yang meninggal itu, statusnya di data kependudukan masih hidup.
Untuk itu, pihaknya mengimbau warga agar berperan aktif melaporkan data kependudukan. “Supaya data kependudukannya bisa sesuai dengan yang ada di lapangan,” ucapnya.
Dikatakan, Disdukcapil kabupaten/kota juga terus melakukan proses perekaman e-KTP. “Perekaman dan pencetakan terus dikebut. Berbagai upaya sudah dilakukan mulai dari sosialisasi dan jemput bola ke tempat keramaian,” bebernya.
Data terakhir per Juli 2018, jumlah penduduk wajib e-KTP di Provinsi Sumsel mencapai 5.792.888 jiwa dari total penduduk 8.182.597 jiwa. Dari jumlah itu, 96,48 persen penduduk sudah melakukan perekaman e-KTP. “Jadi kita tinggal kejar sisanya sekitar 3,5 persen atau 203.909 penduduk belum rekam e-KTP. Target hingga akhir tahun bisa sampai 99 persen,” tandasnya.
Demikian Disdukcapil Muara Enim juga terus melakukan pencetakan e-KTP. Tak ada kendala berarti, semua kebutuhan selalu tercukupi. Kadisdukcapil, Iqbal mengatakan pihaknya sudah melaksanakan perekaman dan pencetakan. Kendala yang sering terjadi, seperti kurangnya blangko dan terbatasnya tinta semuanya sudah terpenuhi.
“Tinggal rekam dan cetak. Itu sudah kegiatan rutin bukan sekadar untuk Pilpres atau Pileg,” ujarnya. Sementara realisasi hingga saat ini belum bisa dihitung karena dinamis, ada yang baru berusia 17 tahun bertambah.
Pihak Dukcapil Ogan Ilir (OI) terus sosialisasi dan mengimbau masyarakat yang belum rekam atau belum menukarkan e-KTP. “Pada dasarnya kami tidak ada masalah, persediaan blangko e-KTP cukup dan stok ada 10 ribu blangko,” kata Kadisdukcapil OI, Akh Lutfi SSos MSi.
Menurutnya, jumlah warga yang akan membuat atau menukar e-KTP asli terus berlangsung setiap hari kerja. “Saat ini persediaan blanko e-KTP cukup banyak, kalaupun terjadi kekurangan, dari pusat siap mengirimnya sesuai permintaan kita,” katanya
Dikatakan, bagi warga yang akan menukar suketnya dengan e-KTP asli bisa dilayani segera mungkin, bahkan diupayakan bagi warga yang merekam bisa langsung atau menunggu hari itu juga untuk mendapat e-KTP asli.
Plt Kadisdukcapil Prabumulih, Yudi Apriadi menegaskan sejauh ini pihaknya terus melakukan perekaman bagi penduduk yang belum melakukan rekam e-KTP. “Namun saat ini kita terkendala ribbon (tinta) dan film untuk e-KTP habis, jadi belum bisa cetak e-KTP,” ujarnya, kemarin.
Sementara untuk ketersediaan blanko masih banyak dan pusat pun sudah menginstruksikan kepada daerah yang kekurangan blanko silahkan mengambil ke pusat. “Jadi kita masih menunggu, mudah-mudahan di APBD perubahan bisa untuk pengadaan ribbon dan film,” sambungnya.
Saat ini sudah ada enam ribuan lebih data penduduk yang sudah melakukan perekaman, namun e-KTP nya belum bisa dicetak. “Ditambah lagi dengan pemilih pemula yang belum melakukan perekaman,” tukasnya.
Kadisdukcapil PALI, Rizmalisa melihat dari lampiran operatornya setiap hari, saat ini penerbitan e-KTP di Kabupaten PALI sudah sangat sedikit. “Kecuali perekaman setiap hari. Perekaman kita sudah melampaui batas target nasional. Artinya sudah tuntas, tinggal menyisir masyarakat yang belum rekam dan anak sekolah atau usia 17 tahun yang sudah dijadwalkan atas permintaan masyarakat atau desa,” jelasnya.
Pihaknya melakukan pelayanan perekaman jemput bola. “Kami mengimbau masyarakat untuk aktif mengurus dokumen ke Disdukcapil dan kecamatan terdekat,” jelasnya.

Baca Juga :  10 Ribu Lebih Calon Pemilih Belum Miliki e-KTP

Kepala Disdukcil Lubuklinggau, J Iman Sitepu, menerangkan untuk e-KTP, hingga saat ini realisasi perekaman sudah mencapai 98 persen. Di Lubuklinggau terdapat 158 ribu wajib e-KTP dan jumlah itu terus bertambah. Dikarenakan setiap hari usia 17 tahun ada yang bertambah. “Untuk yang sudah cetak e-KTP sebanyak 154 ribu orang. Sehari yang rekam e-KTP bisa sampai 50 dan pencetakan sampai 150 e-KTP,” pungkasnya. (kos/way/sid/chy/ebi/wek/fad/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!