Tinggal 3 Venues Belum Rampung

PALEMBANG – Gelaran Asian Games 2018 tak lama lagi. Kota Palembang sebagai tuan rumah pun terus berbenah jelang 100 hari penyelenggaraan. Mulai dari mempercepat pembangunan venues dan infrastruktur pendukung, juga promosi terus digencarkan. Ditarget hingga hari H pelaksanaan, semua fasilitas itu sudah siap pakai.
Untuk venues di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) hingga saat ini memang belum sepenuhnya 100 persen selesai. Beberapa pekerjaan venues yang belum selesai seperti voli pantai, panjat tebing, dan roller sport (roller skate-skate board). Di luar cabor, beberapa fasilitas masih proses pembangunan seperti rusunami dan pembangunan lansekap di kawasan JSC.
Tapi untuk venues lain, pembangunan sudah sesuai target atau on schedule. Walaupun untuk fasilitas pendukungnya beberapa masih dibangun. Diketahui, penyelenggaran Asian Games 2018 di Palembang sendiri akan mempertandingkan 11 cabor yaitu menembak, dayung, kayak/kano, voli pantai, sepak bola wanita, tennis/soft tennis, triathlon, roller skate-skateboard, panjang tebing, sepak takram, dan bowling.
Koran ini lalu memantau sejumlah venues yang masih tahap pengerjaan seperti sepatu roda (skate board) dan panjat tebing. Skateboard ini tergolong cabor yang baru dilimpahkan ke Palembang, sehingga pembangunnya baru dimulai Maret 2018 kemarin. Sementara venues panjat tebing telah melewati tahapan konstruksi besi rangka dan tinggal menaikkan papan panjat yang diharapkan segera rampung. “Kalau bowling sudah mulai digunakan, juga venues lain. Tinggal lingkungan atau landscape venue yang tinggal ditata,” ujar Direktur Jakabaring Sport City, Bambang Supriyanto, kemarin.
Diakuinya, semua venues sedang diselesaikan dan dikerjakan maksimal, jadi pihaknya yakin sampai tenggat waktu semua sudah selesai. Diakuinya semua venues hampir tuntas. “Tinggal beberapa seperti roller skate dan panjat tebing. Tapi itu telah memasuki periode landscaping dan beautification (tanam rumput, taman dan penghijauan), pengaspalan jalan, serta perbaikan trotoar yang dilakukan untuk menambah cantik suasana,” tuturnya.
Dari sisi infrastruktur penunjang, kolaborasi antar pemerintah provinsi dengan Pemkot Palembang juga terus diperkuat. Saat ini, ketersediaan transportasi dan akomodasi diluar wisma atlet terus dimaksimalkan. Bis Transmusi akan jadi yang utama saat penyelenggaraan nanti, disamping kemungkinan operasional Light Rapid Transit (LRT) pertama di Indonesia dengan lokasi Depo di kawasan Jakabaring.
Koordinator Venue Asian Games JSC Palembang, Aminuddin, mengatakan, progres pembangunan sejumlah venue sudah sesuai target (on schedule) yang ditentukan. Walaupun masih dilakukan pembangunan, namun dipastikan akan selesai Juni nanti. “Penyelesaian beberapa venue dan fasilitas pendukung yang belum selesai diusahakan secepatnya. Tidak harus sesuai jadwal, tapi kalau terlambat juga tidak boleh,” tambahnya. Salah satu kendala, untuk tower 2 dan 3 rusunami tidak memiliki lahan penyimpanan dan perbaikan mobileur.
Dijelaskan Aminuddin, beberapa venue belum selesai karena pengerjaannya memang baru dimulai. Seperti tribun voli pantai yang baru dikerjakan sejak Maret. Begitu pun venue roller skate dan skateboard. “Meski baru dimulai Maret, namun pengerjaan tetap ditarget setiap harinya. Dari laporan per minggu, dapat dilihat deviasi progres penyelesaiannya,” ungkap dia. Dari data yang dimiliki, rata-rata tingkat deviasi semua venue terbilang rendah. Bahkan, ada beberapa pekerjaan yang melampaui target.
Terpisah, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Asfiudin menerangkan ada 155 hotel di Palembang bakal menyiapkan 10.000 kamar saat penyelenggaraan Asian Games. “Hal itu tak lagi jadi masalah. Bahkan kini hotel di Palembang berlomba mempercantik diri menyambut event yang membanggakan ini,” ujarnya.
Hal itu tentu berkaitan erat dengan fungsi promosi yang juga terus dilakukan. Di berbagai lokasi umum, telah banyak bertebaran banner sosialisasi, promosi dan ajakan untuk meramaikan even tersebut. Bahkan menurut, Wakil Direktur Look Of The game and City Beautification Inasgoc, Nirmala Dewi, upaya sosialisasi ini juga terus digencarkan langsung oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin sampai ke 17 kabupaten/kota di Sumsel. “Upaya yang dilakukan Bapak Gubernur adalah bagaimana kita semua merasakan dan terlibat dalam even ini sebagai warga Sumsel,” ujarnya.
Sebab, Dewi menjelaskan, jika Asian Games itu milik seluruh masyarakat Sumsel. Kendati terpusat di kota Palembang, Inasgoc akan menyediakan sarana prasarana pendukung bagi seluruh kabupaten/kota itu untuk terlibat. Tak hanya berpartisipasi langsung, tetapi juga dalam kaitannya meningkatkan pendapatan secara ekonomi. Dimana nanti sekaligus promosi, produk-produk unggulan itu bisa ditawarkan ke seluruh kontingen dan peserta di Palembang.
“Kita semua bisa terlibat dan memanfaatkan momentum ini, maju sebagai tempat penyelenggara juga memberikan kesempatan ekonomi bagi seluruh masyarakat,” ujarnya. Dengan mengembangkan ekonomi kreatif yang bernilai jual dan layak jual untuk pasar Internasional. Tentu akan semakin menggemakan nama Sumsel di kancah internasional, selain sebagai penyelenggara.
Dewi menerangkan sejumlah sarana iklan di jalan, angkutan umum, serta spot keramaian akan dipercantik lagi pada Mei mendatang. Sehingga seluruh area di kota Palembang sebagian besar akan diliputi gegap gempita penyelenggaraan even akbar ini.
Di sisi lain, Dewi berharap dukungan masyarakat terus menjaga dan merawat aset yang terkait. Ini tak lain untuk menciptakan keindahan dan keserasian yang tentu akan memberikan kenangan yang baik bagi pendatang. Kegiatan promosi ini telah mengambil lokasi di berbagai media. Cetak dan elektronik, juga media terbuka yang tentu menurutnya akan terus digencarkan di waktu yang semakin dekat. “Kita juga akan perbaharui sarana promosi di jalan dan di bis dalam waktu dekat,” tambahnya.
Puncaknya akan ada even besar yang kini sedang disiapkan jelang 100 hari pelaksanaan Asian Games 2018. Yakni karnaval budaya Sumsel sebagai penanda kesiapan dan semangat Sumsel menyambut ajang ini. Kegiatan tersebut rencananya digelar di simpang lima DPRD Provinsi Sumsel, Jl Kapten Arivai pada 13 Mei. “Kita sekaligus padukan parade budaya dengan semangat olahraga yang muncul sebagai tuan rumah penyelenggaraan even akbar ini,”tukasnya. (aja)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!