Tingkatkan Produksi Padi, BPTP Kenalkan Teknologi JS

Padi JS yang dikenalkan BPTP Sumsel. foto: bptp sumsel for sumeks.co.id

PALEMBANG – Untuk mendongkrak produktivitas tanaman padi di Sumsel, Pemerintah melaksanakan program  tanam padi dengan teknologi Jajar Legowo Super (JS) 2017. Teknologi ini bertujuan untuk mendongkrak produktivitas padi di atas 40 persen. Selain itu, juga untuk mempercepat diseminasi dan adopsi Varietas Unggul Baru (VUB) padi, potensi hasil tinggi serta tersedianya benih bermutu di tingkat petani. Karena benih yang ditanam dalam program JS adalah benih VUB potensi hasil tinggi kelas benih pokok (Stock Seed= SS).

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumsel Dr Priatna Sasmita mengatakan teknologi Jajar Legowo (Jarwo) Super adalah teknologi budidaya terpadu padi sawah irigasi berbasis tanam jajar legowo 2:1. Teknologi Jarwo super ini dihasilkan oleh Balitbangtan setelah melalui penelitian dan pengkajian pada berbagai lokasi di Indonesia dan terbukti dapat mendongkrak produktivitas padi di atas 40 persen.

“Komponen teknologi JS yang harus diterapkan secara optimal, yaitu; (a) Varietas Unggul Baru (VUB) potensi hasil tinggi, (b) Biodekomposer, diberikan pada saat pengolahan tanah, (c) pupuk hayati sebagai seed treatment dan pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), (d) pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan rekomendasi, serta (e) penggunaan alat dan mesin pertanian, khususnya untuk tanam (jarwo transplanter) dan panen (combine harvester),” jelas Sasmita pada acara temu lapangan petani peserta Jarwo Super Sumsel di Desa Karang Binangun, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, OKUT kemarin (18/5).

Baca Juga :  Tak Rekrut Kader, Batal Dilantik

Acara temu lapang dihadiri sekitar 120 peserta dan hadir diantaranya Kepala BPTP Sumsel beserta peneliti dan penyuluh BPTP Sumsel, Kadis Pertanian OKUT, Camat, Danramil dan Babinsa Belitang Madang Raya, para Kepala UPTD Lingkup Kecamatan Belitang Madang Raya, Penyuluh, para Ketua Gapoktan dan petani peserta JS. Kegiatan Jarwo Super (JS) 1.000 hektare di Sumsel ditempatkan di empat,  kabupaten, yaitu OKU Timur, OKU Selatan Musi Rawas dan Lubuk Linggau dengan luasan masing-masing kabupaten 250 hektare. (wly)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!