Tinjau Gempa, ini Janji Jokowi

Presiden Joko Widodo meninjau gempa Banjarnegara, Senin (23/4). foto: istimewa

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meninjau langsung penanganan dampak gempa yang terjadi di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Senin (23/4) petang. Lokasi pertama yang didatangi Jokowi ialah Desa Sidokangen.

“Ini langsung akan dikerjakan. Kita butuh waktu 2 minggu sampai 1 bulan untuk persiapan material, perencanaan, dan lain-lain. Dan kita harapkan dalam waktu 2 minggu sampai 1 bulan semuanya sudah dikerjakan oleh BNPB bekerja sama dengan Kementerian PUPR,” ungkapnya.

Untuk penanganan bangunan yang rusak berat dan rusak sedang akan ditangani oleh pemerintah pusat. Sementara untuk bangunan yang mengalami rusak ringan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.

Presiden juga mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan sewa rumah sebesar Rp500 ribu per bulan per rumah. Bantuan tersebut akan diberikan selama 6 bulan ke depan.

“Kemarin kita perkirakan rumah-rumah yang ada itu 6 bulan sudah selesai. Akan ada juga bantuan jatah hidup Rp.10 ribu per jiwa per hari selama 3 bulan,” lanjutnya.

Di lokasi pertama peninjauan Jokowi memberikan santunan untuk korban meninggal dunia. Ada dua orang korban, yaitu Asep (13 tahun) dari Desa Kasinoman, dan Kasrih (100 tahun) dari Dusun Bakalan. Selain memberikan santunan, juga bertemu dengan anak-anak korban gempa. Presiden menyempatkan berdialog dan membagikan buku tulis untuk mereka.

“Anak-anak tetap belajar kan? Dengan Kak Seto belajar? Mau? Belajar apa? Main sulap? Terus apa lagi? Bernyanyi, iya terus apa lagi? Senam biar sehat, benar, terus? Matematika, berhitung juga? Pintar semua ini. Saya beri buku dibagi, tiga-tiga, empat-empat ya,” ujarnya.

Baca Juga :  Terima Penghargaan Bidang HAM

Setelah itu Jokowi meninjau lokasi kedua yaitu di Dusun Kasinoman, Desa Kasinoman, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Bajarnegara. Di sini, Presiden menyempatkan untuk melihat rumah yang rusak akibat gempa.

Seperti diketahui, Kabupaten Banjarnegara mengalami gempa bumi pada Rabu, (18/4) lalu pada pukul 13.28 WIB lalu. Dalam laporan yang diterimanya, ia mengatakan bahwa ada 2.125 masyarakat terdampak yang masih mengungsi.

Kemudian ada 465 unit rumah yang rusak, yang terdiri atas 144 rumah rusak berat, 125 rumah rusak sedang, dan 196 rumah rusak ringan. Selain itu ada 4 masjid, 2 musala, 1 bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 3 bangunan Sekolah Dasar (SD) yang mengalami rusak berat.(ran)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!